Laba Bersih BBNI Melesat 76,8% Jadi Rp 13,7 Triliun

- Pewarta

Senin, 24 Oktober 2022 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIA EMITEN – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada kuartal III-2022 membukukan laba bersih Rp 13,7 triliun atau tumbuh 76,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengungkapkan pertumbuhan laba ditopang dari penyaluran kredit yang mencapai Rp 622,6 triliun atau tumbuh Rp 9,1 triliun. Meski kredit bertumbuh pesar, Royke menegaskan manajemen menerapkan strategi fungsi intermediasi yang selektif.

“Kami sangat bersyukur dapat konsisten membukukan kinerja yang solid di tengah berbagai tantangan ekonomi global maupun domestik,”kata Direktur Utama BNI dalam Konferensi Pers Kinerja BNI Kuartal III 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin 24 Oktober 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) BNI mencatatkan current account saving account (CASA) sebesar 70,9% dari total DPK. Angka ini merupakan pencapaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Perseroan, kata dia, membukukan net interest income (NII) sebesar 5,2% menjadi Rp 30.2 triliun. Non interest income tercatat Rp 11 triliun didorong oleh transaksi digital dan fee dari bisnis sindikasi. Sedangkan pendapatan operasional BNI sebelum pencadangan tercatat Rp 25,8 triliun atau naik 9,7%.

Royke berpendapat, kondisi eksternal pada triwulan III ini tergolong menantang, dipicu oleh eskalasi tensi geopolitik sehingga menciptakan sejumlah risiko baru di tengah efek pandemi COVID-19 yang mulai mereda.

Meski demikian pihaknya yakin dapat merealisasikan kinerja positif hingga akhir 2022 yang didukung oleh portofolio kredit yang sudah jauh lebih sehat dan tetap mengedepankan aspek prudential banking.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru