MEDIA EMITEN –Saham-saham teknologi di pasar kawasan Asia Pasifik berjatuhan terimbas kenaikan imbal hasil (yield) obligas AS tenor 10 tahun. Semalam, Nasdaq Composite yang padat teknologi anjlok 2,26% menjadi 14.204,17.
Yield obligasi AS pada Rabu 6 April 2022 berada di level 2,61%. Yield obligasi “meradang” setelah Gubernur Federal Reserve Lael Brainard mengatakan, kenaikan suku bunga metodis dan pengurangan cepat ke neraca Fed untuk membawa kebijakan moneter AS ke “posisi yang lebih netral” akhir tahun ini.
Komentar Brainard “menunjukkan titik bahwa Fed siap untuk menjadi lebih agresif,” kata Kristina Hooper, kepala strategi pasar global di Invesco. Ini memiliki efek negatif pada ekuitas karena kekhawatiran meningkatkan kemungkinan resesi.
Saham teknologi China di Hong Kong turun pada perdagangan Rabu, dengan Alibaba turun 4,05% dan Meituan turun 2,81% sementara Tencent turun 1,85%. Indeks Hang Seng Tech diperdagangkan 3,17% lebih rendah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Jepang, saham SoftBank Group turun 2,49%. Di Korea Selatan, saham Kakao turun 2,79% dan Naver tergelincir 3,21% sementara SK Hynix turun 2,58%.
Di Bursa Efek Indonesia, saham berbasis digital seperti PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) juga terpuruk. Bahkan, BBYB sempat menyentuh batas ARB (auto reject bawah), yakni turun 6,9% ke level Rp 1.955.







