Minyak Melonjak, Rusia Hadapi Banyak Sanksi

- Pewarta

Selasa, 5 April 2022 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Harga minyak dunia jatuh, Rusia abaikan prospek pengurangan produksi OPEC+ /Dok

Foto ilustrasi: Harga minyak dunia jatuh, Rusia abaikan prospek pengurangan produksi OPEC+ /Dok

MEDIA EMITEN – Harga minyak melonjak lebih dari 3% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena kekhawatiran makin ketatnya pasokan menyusul meningkatnya kematian warga sipil di Ukraina. Eropa berencana akan menjatuhkan lebih banyak sanksi pada sektor energi Rusia.

Patokan global minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni melonjak US$ 3,14 atau 3% menjadi US$ 107,53 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei naik US$ 4,01 atau 4% menjadi US$ 103,28 per barel.

Perdagangan bergejolak dengan kedua kontrak acuan menguat setelah turun lebih dari satu dolar AS.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pendukungnya akan “merasakan konsekuensi” dari peristiwa di Bucha, di luar ibu kota Kyiv, di mana kuburan massal dan mayat terikat ditembak dari jarak dekat ditemukan.

Sekutu Barat akan menyetujui sanksi lebih lanjut terhadap Moskow dalam beberapa hari mendatang, katanya, meskipun waktu dan jangkauan paket baru itu belum jelas.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyarankan sanksi terhadap minyak dan batu bara, menambahkan ada “petunjuk yang sangat jelas yang menunjukkan kejahatan perang” oleh pasukan Rusia.

Sejak invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina, sanksi dan penghindaran pembeli terhadap minyak Rusia telah mengurangi produksi dan meningkatkan kekhawatiran pasokan yang lebih ketat.

Minyak mentah anjlok sekitar 13% minggu lalu, setelah Presiden Joe Biden mengumumkan rekor pelepasan cadangan minyak AS, dan ketika anggota Badan Energi Internasional berkomitmen untuk lebih lanjut memanfaatkan cadangan. Minyak mentah Brent mencapai 139 dolar AS bulan lalu, tertinggi sejak 2008.

Sementara itu, produsen minyak negara Arab Saudi Aramco menaikkan harga jual resmi Mei ke Asia untuk minyak mentah Arab Light andalannya, menurut dokumen harga yang dilihat oleh Reuters.

“Itu menunjukkan permintaan minyak masih sangat kuat, dan dengan melakukan itu akan menguras pasokan minyak dari Amerika Serikat dan membuat pasokan lebih ketat,” kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru