MEDIA EMITEN - Pemberi pinjaman peer-to-peer Indonesia Amartha sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi 70% dari bank lokal PT Bank Victoria Syariah. Fintech tersebut sedang dalam proses penggalangan dana pra-initial public offering (IPO), demikian dikutip dari Thepapers.com, Jumat (1/4/2022). Amartha tetap fokus mengembangkan layanan mereka di Indonesia untuk membantu melayani para wanita unbanked untuk memberdayakan mereka dengan modal untuk memulai bisnis mereka dan mengejar impian mereka, seperti yang dinyatakan perusahaan. Pada September 2021 investor baru tertarik dengan divestasi Bank Victoria atas Bank Victoria Syariah dan sedang dalam proses due diligence. Laporan media lokal telah mengindikasikan divestasi itu terkait dengan kebutuhan Bank Victoria untuk meningkatkan modalnya untuk memenuhi persyaratan minimum baru yang mulai berlaku tahun ini. Bank Victoria Syariah memiliki total aset USD 101 juta, per akhir Februari 2022, menurut situs web bank. Amartha telah mengumpulkan dana sebesar USD 63,5 juta dalam enam putaran. Dana kekayaan negara Norwegia Norfund, Mandiri Capital Indonesia, MDI Ventures, Women's World Banking, UOB Venture, Lendable, LINE Ventures dan Bamboo Capital Partners telah berinvestasi di fintech.







