Ini Penjelasan Istana, Alasan Video Presiden Marah Disebar Berjarak

- Pewarta

Senin, 29 Juni 2020 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Istana akhirnya mengkonfirmasi perihal video viral Presiden Joko Widodo marah akibat kinerja para menterinya yang masih belum optimal.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin mengatakan, arahan Presiden Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna berlangsung 18 Juni 2020 lalu, sejatinya bersifat tertutup atau intern.

“Karena awalnya Sidang Kabinet Paripurna tersebut bersifat intern, namun setelah kami pelajari, pernyataan Presiden ternyata banyak hal yang baik, dan bagus untuk diketahui publik, sehingga kami meminta izin bapak Presiden untuk mempublikasikannya. Makanya baru di-publish hari ini (Minggu-red),” ujar Bey dalam pesan singkat ditulis, Senin (29/6/2020).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bey mengatakan, pihaknya harus mempelajari terlebih dahulu dalam waktu lama sebelum mengunggah video tersebut.

“Kami pelajarinya agak lama juga, pelajari berulang-ulang,” ujar bey lebih lanjut.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi sempat marah-marah dalam arahan di Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni lalu. Kemarahan Presiden ini terluapkan akibat masih ada menterinya bekerja secara biasa saja, di tengah situasi krisis akibat pandemi COVID-19.

“Saya melihat masih banyak dari kita menganggap ini normal. Kalau saya lihat bapak, ibu masih melihat ini sebagai (hal, red) normal, berbahaya sekali. Kerja masih biasa saja. Ini kerjanya harus ekstra luar biasa, harus extraordinary,” ujar Jokowi.

Tanpa ragu, Jokowi bahkan mengeluarkan ancaman akan merombak posisi jajaran menterinya, jika masih belum ada perubahan signifikan.

“Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara. Bisa saja, membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran kemana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi kalau memang diperlukan. Karena memang, suasana ini harus ada. Kalau suasana ini tidak, Bapak Ibu tidak merasakan itu, sudah (Jokowi angkat tangan). Artinya tindakan-tindakan yang extraordinary keras akan saya lakukan,” tegas Jokowi dengan nada tinggi. (dio)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru