Wall Terus Tertekan, Pasar Khawatir Resesi

- Pewarta

Selasa, 20 Desember 2022 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham di Wall Street terus tertekan untuk sesi keempat berturut-turut dengan Nasdaq memimpin penurunan pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Pasar khawatir pengetatan Federal Reserve dapat mendorong ekonomi AS ke resesi.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 162,92 poin atau 0,49% menjadi 32.757,54 poin. Indeks S&P 500 anjlok 34,70 poin atau 0,9% menjadi 3.817,66 poin. Nasdaq Composite jatuh 159,38 poin atau 1,49% menjadi 10.546,03 poin.

Penurunan terbesar di antara 11 sektor utama S&P 500 menimpa sektor jasa-jasa komunikasi yang merosot 2,2%, konsumer nonprimer jatuh 1,7% dan teknologi turun 1,4%. Sementara itu, sektor energi ditutup naik 0,13% sebagai satu-satunya sektor yang mencatat keuntungan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga indeks saham utama AS telah berada di bawah tekanan sejak Rabu (14/12/2022), ketika Ketua Fed Jerome Powell mengambil nada hawkish sementara bank sentral menaikkan suku bunga. Powell menjanjikan kenaikan suku bunga lebih lanjut bahkan ketika data menunjukkan tanda-tanda melemahnya ekonomi.

Indeks S&P 500, Dow Jones dan Nasdaq telah terjual tajam untuk Desember dan berada di jalur penurunan tahunan terbesar sejak krisis keuangan 2008.

Sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS naik, investor lari dari saham, mengamati prospek taruhan yang lebih aman karena mereka khawatir tentang kemungkinan resesi pada 2023 menurut Brian Overby, ahli strategi pasar senior di Ally.

“Investor bertanya mengapa saya ingin mengambil risiko itu memasuki tahun 2023 dengan sikap Fed yang masih agresif ketika saya bisa mendapatkan hasil yang bagus di pasar pendapatan tetap,” katanya.

Saham kelas berat seperti Apple Inc, Microsoft Corp dan Amazon.com Inc menciptakan beberapa hambatan terbesar di pasar.

Perdagangan Tesla Inc bergejolak dengan produsen mobil listrik tersebut ditutup turun 0,24% setelah jatuh sebanyak 2,8% selama sesi tersebut. Ini terjadi setelah jajak pendapat Twitter yang menunjukkan mayoritas responden menginginkan CEO Tesla Elon Musk mundur sebagai CEO platform media sosial tersebut.

Saham Meta Platforms berakhir anjlok 4,1% setelah Komisi Eropa mengatakan dapat mengenakan denda hingga 10% dari omset global tahunan konglomerat teknologi itu jika bukti menunjukkan pelanggaran undang-undang antimonopoli Uni Eropa.

Sebanyak 11,07 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan dengan rata-rata 11,59 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB