MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham di Wall Street terus tertekan untuk sesi keempat berturut-turut dengan Nasdaq memimpin penurunan pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Pasar khawatir pengetatan Federal Reserve dapat mendorong ekonomi AS ke resesi.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 162,92 poin atau 0,49% menjadi 32.757,54 poin. Indeks S&P 500 anjlok 34,70 poin atau 0,9% menjadi 3.817,66 poin. Nasdaq Composite jatuh 159,38 poin atau 1,49% menjadi 10.546,03 poin.
Penurunan terbesar di antara 11 sektor utama S&P 500 menimpa sektor jasa-jasa komunikasi yang merosot 2,2%, konsumer nonprimer jatuh 1,7% dan teknologi turun 1,4%. Sementara itu, sektor energi ditutup naik 0,13% sebagai satu-satunya sektor yang mencatat keuntungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tiga indeks saham utama AS telah berada di bawah tekanan sejak Rabu (14/12/2022), ketika Ketua Fed Jerome Powell mengambil nada hawkish sementara bank sentral menaikkan suku bunga. Powell menjanjikan kenaikan suku bunga lebih lanjut bahkan ketika data menunjukkan tanda-tanda melemahnya ekonomi.
Indeks S&P 500, Dow Jones dan Nasdaq telah terjual tajam untuk Desember dan berada di jalur penurunan tahunan terbesar sejak krisis keuangan 2008.
Sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS naik, investor lari dari saham, mengamati prospek taruhan yang lebih aman karena mereka khawatir tentang kemungkinan resesi pada 2023 menurut Brian Overby, ahli strategi pasar senior di Ally.
“Investor bertanya mengapa saya ingin mengambil risiko itu memasuki tahun 2023 dengan sikap Fed yang masih agresif ketika saya bisa mendapatkan hasil yang bagus di pasar pendapatan tetap,” katanya.
Baca Juga:
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Saham kelas berat seperti Apple Inc, Microsoft Corp dan Amazon.com Inc menciptakan beberapa hambatan terbesar di pasar.
Perdagangan Tesla Inc bergejolak dengan produsen mobil listrik tersebut ditutup turun 0,24% setelah jatuh sebanyak 2,8% selama sesi tersebut. Ini terjadi setelah jajak pendapat Twitter yang menunjukkan mayoritas responden menginginkan CEO Tesla Elon Musk mundur sebagai CEO platform media sosial tersebut.
Saham Meta Platforms berakhir anjlok 4,1% setelah Komisi Eropa mengatakan dapat mengenakan denda hingga 10% dari omset global tahunan konglomerat teknologi itu jika bukti menunjukkan pelanggaran undang-undang antimonopoli Uni Eropa.
Sebanyak 11,07 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan dengan rata-rata 11,59 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.







