Wall Street Reli, Respons Fed

- Pewarta

Kamis, 28 Juli 2022 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN –Saham-saham di Bursa Wall Street reli pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga acuan sesuai ekspektasi sebesar 0,75%.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 436,05 poin atau 1,37% menjadi 32.197,59 poin. Indeks S&P 500 terangkat 102,56 poin atau 2,62% menjadi 4.023,61 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 469,85 poin atau 4,06% menjadi 12.032,42 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor jasa-jasa komunikasi dan teknologi masing-masing melambung 5,11% dan 4,29%, memimpin keuntungan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

The Fed pada Rabu (27/7/2022) menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin, yang kedua berturut-turut sebesar itu, karena berlomba untuk menjinakkan inflasi yang berjalan pada level tertinggi empat dekade.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan pembuat kebijakan Fed, memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga dana federal menjadi 2,25% – 2,5% dan “mengantisipasi bahwa kenaikan berkelanjutan dalam kisaran target akan sesuai,” kata bank sentral AS dalam pernyataan setelah pertemuan kebijakan dua hari.

Kenaikan itu sesuai dengan besarnya langkah terakhir The Fed pada Juni, yang merupakan kenaikan suku bunga pertemuan tunggal terbesar sejak 1994.

Dalam konferensi pers Rabu 27 Juli 2022, Ketua Fed Jerome Powell membiarkan pintu terbuka untuk “peningkatan luar biasa besar” lainnya pada pertemuan berikutnya pada September, tetapi mencatat itu akan tergantung pada data ekonomi yang akan datang.

Investor harus bersiap untuk “lebih banyak volatilitas ke depan karena laju pengetatan tetap tidak pasti,” kata analis UBS dalam sebuah catatan Rabu 27 Juli 2022.

“Pasar saham kemungkinan akan tetap berada di kisaran ketat sampai Fed berputar, atau kami mendapatkan akselerasi ulang dalam aktivitas bisnis,” tambah mereka.


Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru