Wall Street Reli, Inflasi AS Melambat

- Pewarta

Kamis, 11 Agustus 2022 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

MEDIA EMITEN – Saham-saham di Wall Street reli dengan Nasdaq dan S&P 500 melonjak lebih dari 2% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Inflasi AS melambat lebih dari yang diperkirakan pada Juli, meningkatkan harapan Federal Reserve akan menjadi kurang agresif pada kenaikan suku bunganya.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 535,1 poin atau 1,63% menjadi 33.309,51 poin. Indeks S&P 500 bertambah 87,77 poin atau 2,13% menjadi 4.210,24 poin. Nasdaq Composite melonjak 360,88 poin atau 2,89% menjadi 12.854,81 poin.

Reli di Wall Street berbasis luas, dengan semua 11 sektor S&P 500 berakhir di zona hijau. Ini adalah kenaikan satu hari terbesar untuk Nasdaq dan S&P 500 dalam dua minggu terakhir, dan untuk Dow dalam tiga minggu, dan merupakan penutupan tertinggi untuk S&P 500 sejak awal Mei.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penurunan tajam dalam biaya bensin membantu Indeks Harga Konsumen (IHK) AS tetap datar bulan lalu setelah naik 1,3% pada Juni, kata Departemen Tenaga Kerja pada Rabu (10/8/2022). IHK naik kurang dari yang diperkirakan 8,5% selama 12 bulan terakhir setelah kenaikan 9,1% pada Juni.

Data tersebut merupakan tanda pertama yang melegakan bagi orang Amerika yang telah menyaksikan inflasi terus naik dalam dua tahun terakhir.

Pasar menilai Fed akan mengurangi agresifitas dalam menaikkan suku bunga dalam pertemuan September nanti. Kenaikan 50 basis poin dipandang sebagai probabilitas 56,5%.

Data harga produsen untuk Juli pada Kamis bersama dengan inflasi Agustus dan data ketenagakerjaan untuk rilis bulan depan dapat mengubah arah Fed lagi, kata Frederick.

The Fed telah menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 225 basis poin sejak Maret meskipun ada kekhawatiran kenaikan tajam dalam biaya pinjaman dapat mengarahkan ekonomi AS ke dalam resesi.

Saham-saham teknologi dengan pertumbuhan tinggi dan berkapitalisasi besar, yang valuasinya rentan terhadap kenaikan imbal hasil obligasi, naik karena imbal hasil obligasi pemerintah turun tajam secara keseluruhan. Apple Inc, Alphabet Inc, Amazon.com Inc dan Microsoft Corp semuanya masing-masing naik lebih dari 2%.

Saham perbankan yang sensitif terhadap ekonomi naik 2,7% dengan Goldman Sachs Group Inc dan Morgan Stanley masing-masing melonjak sekitar 3%.

Tesla Inc naik 3,9% setelah Elon Musk menjual saham senilai 6,9 miliar dolar AS di pembuat kendaraan listrik itu untuk membiayai kesepakatan potensial dengan Twitter Inc, jika ia kalah dalam pertempuran hukum dengan platform media sosial. Twitter naik 3,7%.

Meta Platforms Inc melonjak 5,8% setelah induk Facebook itu mengatakan telah mengumpulkan US$ 10 miliar dalam penawaran obligasi pertama kalinya.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 11,33 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,98 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB