Wall Street Rebound, Nasdaq Melonjak 1,29%

- Pewarta

Selasa, 26 April 2022 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Rebound, Nasdaq Melonjak 1,29%

Foto ilistrasi: Suasana bursa saham Wall Street AS/Dok

MEDIA EMITEN –Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street rebound pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), dengan Nasdaq melonjak ditopang kenaikan saham Twitter setelah miliarder Elon Musk disetujui membeli saham tersebut.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 238,06 poin atau 0,70% menjadi 34.049,46 poin. S&P 500 menguat 24,34 poin atau 0,57% menjadi 4.296,12 poin. Nasdaq Composite terangkat 165,56 poin atau 1,29% menjadi 13.004,85 poin.

Pada awal sesi, ketiga indeks utama turun dengan indeks 30-saham unggulan jatuh 488 poin di posisi terendah sesinya, namun kemudian berbalik arah bergerak lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor jasa komunikasi dan teknologi masing-masing terdongkrak 1,53% dan 1,44% , melampaui yang lainnya. Sementara itu, sektor energi jatuh 3,34%, merupakan kelompok berkinerja terburuk, karena harga minyak mentah Brent turun hampir lima persen.

Twitter berakhir melonjak 5,6% setelah mengumumkan akan dibeli oleh Musk dalam kesepakatan yang akan mengalihkan kendali raksasa media sosial itu ke orang terkaya di dunia.

Ketidakpastian meliputi pasar dunia, dengan saham China menandai kemerosotan terbesar mereka sejak penjualan yang dipimpin pandemi pada Februari 2020 dan saham Eropa jatuh ke level terendah dalam lebih dari sebulan di tengah kekhawatiran pembatasan ketat di China.

Indeks Volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, mencapai setinggi 31,6%, level tertinggi sejak pertengahan Maret.

Meskipun terjadi reli , para analis memperingatkan bahwa volatilitas pasar kemungkinan akan berlanjut di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang laju pengetatan moneter.

Pedagang menilai langkah besar The Fed tahun ini untuk mengendalikan inflasi setelah serangkaian pernyataan hawkish dari pembuat kebijakan. Ketua Fed Jerome Powell pekan lalu memberikan tanda “siap” untuk kenaikan suku bunga setengah poin pada Mei dan mundur dari kebijakan moneter super-longgar.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 12,8 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,7 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru