Wall Street Menguat, Respons Fed

- Pewarta

Kamis, 24 November 2022 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Menguat, Respons Fed

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham di bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Pasar merespons risalah pertemuan Federal Reserve yang menyebutkan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lebih kecil dalam beberapa bulan mendatang karena inflasi mereda.

Dow Jones Industrial Average di bursa AS naik 95,96 poin atau 0,28% menjadi 34.194,06. S&P 500 naik 0,59% menjadi 4.027,26, dan Nasdaq Composite meningkat 0,99% menjadi 11.285,32.

Saham Nordstrom turun 4,24% karena suramnya proyeksi kinerja. Namun laba dan penjualan Nordstrom mengalahkan ekspektasi, menurut ekspektasi konsensus Refinitiv.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham Tesla naik 7,82% setelah Citi meningkatkan saham menjadi netral dari jual. Adapun Deer melonjak 5,03% karena pendapatannya di atas perkiraan.

Risalah pertemuan Fed November mengisyaratkan bahwa bank sentral melihat kemajuan dalam melawan inflasi dan ingin memperlambat laju kenaikan suku bunga. Artinya kenaikan suku bunga lebih kecil hingga akhir tahun ini dan 2023.

“Sebagian besar peserta menilai bahwa perlambatan kenaikan suku bunga kemungkinan segera terjadi,” bunyi risalah tersebut.

Sebelumnya pada bulan November, bank sentral menyetujui kenaikan 0,75 poin persentase keempat berturut-turut yang membawa suku bunga ke level tertinggi sejak 2008. Sebagian besar ekonom memperkirakan kenaikan 0,5 poin persentase pada bulan Desember.

Data klaim pengangguran mencapai 240.000 untuk pekan yang berakhir 19 November atau lebih tinggi dari ekonom yang disurvei Dow Jones 225.000. Hasil ini menandakan bahwa pasar tenaga kerja melemah.

Namun pada saat yang sama, pesanan barang tahan lama Oktober lebih kuat dari yang diperkirakan, sebesar 1%, lebih tinggi dari perkiraan 0,5%.

Bursa AS tutup pada Kamis (24/11/2022) untuk liburan Thanksgiving dan akan tutup lebih awal pada Jumat.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Risen Energy Rambah Bisnis Integrasi Energi dan Komputasi Hijau

Pers Rilis

Risen Energy Rambah Bisnis Integrasi Energi dan Komputasi Hijau

Kamis, 10 Sep 2026 - 02:00 WIB