MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham utama di Bursa AS Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) dengan Nasdaq memimpin penguatan. Investor mempertimbangkan penjualan ritel yang kuat bersama dengan data inflasi Amerika Serikat (AS) terbaru.
Dow Jones Industrial Average naik 38,78 poin, atau 0,11% menjadi 34.128,05. S&P 500 naik 0,28% menjadi 4.147,60, terangkat saham SolarEdge dan Generac, yang masing-masing naik 9,05% dan 8%. Komposit Nasdaq bertambah 0,92% menjadi 12.070,59.
Saham Airbnb melonjak 13,35% setelah pendapatannya mengalahkan ekspektasi, memimpin penguatan Nasdaq . Selain itu, kenaikan saham Tesla, Rivian, dan Lucid juga membantu kenaikan Nasdaq yang banyak dihuni saham teknologi tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bursa AS melemah pada hari sebelumnya ketika laporan menunjukkan penjualan ritel Januari naik 3%. Sementara ekonom yang disurvei Dow Jones mengantisipasi kenaikan 1,9%. Angka tersebut menandakan bahwa ekonomi AS bertahan di tengah kenaikan suku bunga The Fed untuk menjinakkan inflasi.
“Ketahanan pasar tenaga kerja adalah alasan utama konsumen terus berbelanja, inflasi kemungkinan akan tetap kaku,” kata Kepala Investasi Advisor Alliance Chris Zaccarelli, dalam catatan Rabu dikutip CNBC International.
Data penjualan ritel Rabu dirlis sehari setelah laporan inflasi AS terbaru. Laporan indeks harga konsumen Januari sedikit di atas perkiraan ekonom, menunjukkan jalan panjang perjuangan Fed melawan kenaikan harga.
Di akhir minggu ini, trader akan mendengarkan pidato pejabat Fed untuk mengetahui tanda-tanda apa yang mungkin dilakukan bank sentral pada pertemuan berikutnya di bulan Maret.
Baca Juga:
Aplikasi AI Guanlan: Akurasi Lebih Tinggi, Biaya Lebih Hemat, Interaksi Lebih Cerdas
JADWAL “BIGBANG 2026-2027 WORLD TOUR ” di Hong Kong Resmi Diumumkan
Investor juga akan terus mencermati laba Zillow, Shopify, dan DoorDash yang dijadwalkan merilis kinerja minggu ini.
Sekitar tiga perempat dari perusahaan S&P 500 telah memposting hasil kinerja terbaru. Dari jumlah perusahaan tersebut, 69% telah mengalahkan ekspektasi pendapatan.







