MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street, AS, ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan &P 500 dan Nasdaq berakhir ditutup di level tertinggi dalam sebulan. Investor mencerna data sentimen konsumen AS terbaru dan sejumlah laporan keuangan emiten.
Indeks Dow Jones Industrial Average tnaik 112,64 poin atau 0,33% menjadi 34.302,61 poin. Indeks S&P 500 menguat 15,92 poin atau 0,4% menjadi 3.999,09 poin. Nasdaq Composite meningkat 78,05 poin atau 0,71% menjadi 11.079,16 poin.
Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor konsumer non-primer dan keuangan masing-masing terdongkrak 0,97% dan 0,71% melampaui yang lainnya. Sementara itu, sektor real estat merosot 0,61% merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk minggu ini, indeks Dow naik 2%, S&P 500 naik 2,7% dan Nasdaq naik 4,8%.
Sebuah survei awal indeks sentimen konsumen AS naik menjadi 64,6 pada Januari, mencapai tertinggi multi-bulan dan naik 8,2% dari pembacaan Desember 59,7, Universitas Michigan melaporkan pada Jumat (13/1/2023).
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi tahun depan surut untuk bulan keempat berturut-turut, melemah menjadi 4% pada Januari dari 4,4% pada Desember.
Sementara itu, beberapa perusahaan keuangan kelas berat, termasuk Bank of America, JPMorgan Chase, Citigroup dan Wells Fargo, melaporkan hasil kuartalan pada Jumat (13/1/2023), memulai musim laporan keuangan kuartal keempat.
Baca Juga:
Qualcomm dan Samsung Perluas Kolaborasi Snapdragon
JPMorgan Chase & Co dan Bank of America Corp mengalahkan estimasi laba kuartalan, sementara Wells Fargo & Co dan Citigroup Inc tidak mencapai estimasi laba kuartalan.
Tetapi saham keempat perusahaan tersebut naik, bersama dengan indeks bank S&P 500, yang berakhir terangkat 1,6%. Saham JPMorgan naik 2,5%.
Ahli strategi mengatakan investor akan mengawasi panduan lebih lanjut dari eksekutif perusahaan dalam beberapa minggu mendatang.
Peroleh laba tahun-ke-tahun dari perusahaan-perusahaan S&P 500 diperkirakan turun 2,2% untuk kuartal tersebut menurut data Refinitiv.







