Wall Street Melonjak, Optimis Kesepakatan Plafon Utang Tercapai

- Pewarta

Sabtu, 27 Mei 2023 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Melonjak, Optimis Kesepakatan  Plafon Utang Tercapai

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN Saham-saham di Wall Street melonjak tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Investor optimis kesepakatan plafon utang dapat tercapai.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 328,69 poin atau 1% menjadi 33.093,34. Indeks S&P 500naik 54,17 poin atau 1,3% menjadi 4.205,45 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 277,59 poin atau 2,19% menjadi 12.975,69.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan di zona hijau, dengan sektor teknologi dan konsumer non-primer memimpin kenaikan, masing-masing terdongkrak 2,68% dan 2,38%. Sementara itu, sektor energi dan kesehatan memimpin penurunan dengan masing-masing melemah 0,37% dan 0,17%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, para pemimpin kongres dan Presiden AS Joe Biden melakukan komunikasi rutin sepanjang Jumat (26/5/2023). Kedua belah pihak memusatkan perhatian pada kesepakatan yang akan meningkatkan batas utang AS selama dua tahun, menurut CNBC International.

“Saya pikir kami membuat kemajuan kemarin. Saya ingin membuat kemajuan lagi hari ini,” kata Ketua DPR Kevin McCarthy kepada wartawan, Jumat (26/5/2023).

Investor juga mencermati data baru yang dirilis pada Jumat (26/5/2023), menunjukkan inflasi naik lebih dari yang diharapkan pada April. Beberapa analis memperkirakan Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga lagi pada pertemuan kebijakan moneter berikutnya untuk mengatasi inflasi yang tinggi.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS naik 4,4% untuk 12 bulan yang berakhir April, naik dari kenaikan 4,2% pada Maret, menurut data yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan, semalam.

Indeks PCE inti yang diawasi ketat, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik tipis menjadi 4,7% tahun ke tahun pada April dari tingkat 4,6% pada Maret. Pada skala bulanan, indeks PCE dan indeks PCE inti keduanya naik 0,4% pada April, menurut Departemen Perdagangan.

Presiden Federal Reserve Cleveland, Loretta Mester mengatakan dia tidak akan mengesampingkan kenaikan suku bunga lagi pada Juni. “Data yang datang pagi ini menunjukkan bahwa kami memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” katanya.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memiliki kemungkinan lebih dari 70% untuk menaikkan suku bunga dana federal sebesar 25 basis poin lagi pada Juni, menurut data dari CME FedWatch Tool.


Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru