Wall Street Melemah Tipis, Investor Tunggu FOMC

- Pewarta

Selasa, 2 Mei 2023 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana di bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Suasana di bursa saham Wall Street, AS/Dok

 MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street, AS, ditutup melemah tipis pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Investor menunggu keutusan dari pertemuan Federal Reserve (FOMC) yang dijadwalkan mulai Rabu ini.

Indeks S&P 500 hampir tidak berubah pada hari Senin di tengah krisis perbankan Amerika Serikat terbaru membuat pasar bergejolak. Regulator mengambil alih First Republic Bank dan menjual sebagian besar dari sahamnya kepada JPMorgan Chase dengan harapan mencegah kekacauan lebih lanjut dalam industri tersebut.

Indeks Dow Jones Industrial Aveage turun 4,46 poin atau ,1% menjadi 34.051,70, S&P 500 turun 1,61 poin atau nyaris flat menjadi 4.167,87, dan Nasdaq Composite melemah 13.99 oin atau 0,1% menjadi 12.212,60.  

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Imbal hasil obligasi naik di tengah ekspektasi yang semakin kuat bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lagi pada akhir Pekan ini. Beberapa emiten berat, termasuk Apple, juga akan melaporkan kinerjanya.

Saham JP Morgan naik 2,1% menyusul akuisisi First Republic BAnk. Di sisi lain saham First Republic anjlok 34%. 

Bank-bank regional menjadi salah satu pelaku terburuk pada hari itu. PNC Financial, yang telah membuka tawaran untuk First Republic pada akhir pekan, turun 6,3%. U.S. Bancorp turun 3,9%, dan KeyCorp turun 4,8%.

Kenaikan suku bunga 25 persentase poin siap untuk pertemuan Federal Reserve hari Rabu dan mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga akhir tahun ini. Hasil pada catatan Treasury 10-tahun meningkat menjadi 3,573%, naik dari 3,451% pada hari Jumat. Harga obligasi turun ketika imbal hasil naik.

Harga minyak melemah pada Senin. Minyak mentah berjangka AS turun $1,12, atau 1,5%, ditutup pada $75,66 per barel sementara minyak mentah Brent, patokan internasional, turun $1,02 per barel, atau 1,3%, berakhir pada $79,31.

 

 

 

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru