Wall Street Melemah, Khawatir Kenaikan Bunga Fed

- Pewarta

Kamis, 22 Juni 2023 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Melemah, Khawatir Kenaikan Bunga Fed

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

MEDIA EMITEN – Wall Street melemah pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB)) setelah pimpinan Federal Reserve Jerome Powell menyatakan suku bunga The Fed akan dinaikkan untuk mengatasi inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 102,35 poin, atau sekitar 0,3% menjadi 33.951,52. Indeks S&P 500 melemah 23,02 poin, atau sekitar 0,52% menjadi 4.365,69. Indeks komposit Nasdaq merosot 165,10 poin, atau sekitar 1,21% menjadi 13.502,20.

Ketiga angka indeks mengalami penurunan sesi ketiga beruntun, terutama disebabkan melemahnya saham sektor teknologi. Saham Tesla terjun 5,46% sedangkan saham Microsoft dan Nvidia masing-masing merosot 1,33% dan 1,74%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan anggota kongres, Powell menegaskan bahwa bank sentral AS tetap berkomitmen untuk menurunkan inflasi ke angka 2% sesuai target. Peningkatan suku bunga akan terjadi apabila perekonomian AS tetap berada dalam lajurnya saat ini.

Menurut instrumen Fedwatch CME Group, peluang terjadinya peningkatan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Juli mendatang mencapai 74,4%.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, indeks sektor energi mengalami peningkatan tertinggi. Indeks sektor teknologi dan layanan komunikasi sebaliknya mengalami penurunan tertajam.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun dipicu pernyataan Powell. Harga emas untuk pengiriman Juli 2023 turun 0,8% menjadi US$1.931,90 per once.

Penurunan harga emas berjangka terbatasi melemahnya nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS turun 0,45% menjadi 102,08.

Bursa saham Eropa melemah pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,5% dipicu merosotnya saham sektor teknologi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 10,13 poin, atau sekitar 0,13% menjadi 7.559,18. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 88,19 poin, atau sekitar 0,55% menjadi 16.023,13.

Nilai tukar poundsterling menguat 0,1% terhadap dolar AS menjadi US$1,281 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,2% menjadi 1,1716 euro per pound.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru