Wall Street Jatuh, Nasdaq Anjlok 1,87%

- Pewarta

Rabu, 27 Juli 2022 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Jatuh, Nasdaq Anjlok 1,87%

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham Wall Street anjlok pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) anjlok jelang keputusan Bank Sentral AS untuk suku bunga acuannya (Fed Fund Rate).

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,7% pada 31.761,54. S&P 500 berbasis luas turun 1,2% menjadi 3.921,05, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi turun 1,87% menjadi 11.562,57.

Pasar mencermati Federal Reserve yang memulai pertemuannya untuk kebijakan moneter yang diperkirakan akan diakhiri lagi dengan kenaikan suku bunga besar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham sektor consumer health turun tajam, menyusul penurunan peringkat prospek pendapatan Walmart dan data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lesu.

Saham Walmart anjlok 7,6% setelah memangkas perkiraan labanya. Ini mencerminkan peningkatan biaya belanja konsumen untuk makanan, bahan bakar, dan bahan pokok lainnya telah menekan permintaan atas barang dengan margin keuntungan yang lebih tinggi.

Sementara itu, survei bulanan Conference Board menunjukkan kepercayaan konsumen turun menjadi 95,7 dari 98,4 karena inflasi terus menekan sentimen.

“Peningkatan pesimisme konsisten dengan belanja konsumen dan ekonomi yang lebih luas sedang turun ke jalur pertumbuhan yang jauh lebih lambat di tengah inflasi tinggi, suku bunga yang meningkat pesat, dan volatilitas pasar keuangan,” kata Lydia Boussour dari Oxford Economics, Rabu (27/7).

Di antara perusahaan yang melaporkan laporan keuangan, saham General Motors turun 3,4% karena melaporkan penurunan laba 40% karena masalah rantai pasokan dan mengatakan akan membatasi perekrutan.

Tapi Coca-Cola (+1,6%), 3M (+4,9%), dan McDonald’s (+2,7%) semuanya naik setelah melaporkan hasil.

Perusahaan teknologi besar berada di bawah tekanan menjelang hasil pendapatan utama, dengan Amazon kehilangan 5,2% dan Meta Platform induk usaha Facebook turun 4,5%.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Risen Energy Rambah Bisnis Integrasi Energi dan Komputasi Hijau

Pers Rilis

Risen Energy Rambah Bisnis Integrasi Energi dan Komputasi Hijau

Kamis, 10 Sep 2026 - 02:00 WIB