Wall Street Ditutup Turun, Tertekan Saham Cisco

- Pewarta

Jumat, 20 Mei 2022 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Ditutup Turun, Tertekan Saham Cisco

Foto ilistrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN –Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street ditutup turun dalam sesi yang bergejplak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Kemerosotan Cisco Systems serta kekhawatiran inflasi menjadi sentimen negatif pasar.

Indeks S&P 500 merosot 0,58% atau 22,89 poin menjadi 3.900,79 poin. Nasdaq Composite melemah 0,26% menjadi 11.388,50 poin. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,75% atau 236,94 poin menjadi 31.253,13 poin.

Saham Cisco merosot 13,7% setelah pembuat peralatan jaringan itu menurunkan prospek pertumbuhan pendapatan 2022. Kinerja perusahaan mendapat pukulan dari keluarnya Rusia dan kekurangan komponen terkait dengan penguncian COVID-19 di China.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apple dan pembuat chip Broadcom masing-masing turun 2,5% dan 4,3% dan membebani Indeks S&P 500. Twitter naik 1,2% setelah Bloomberg melaporkan bahwa kesepakatan senilai US$ 44 miliar Elon Musk berjalan seperti yang diharapkan dan mereka tidak akan menegosiasikan ulang harga.

Indeks bahan pokok konsumen S&P turun 2% ke level terendah sejak Desember karena perusahaan ritel menghadapi beban kenaikan harga yang merugikan daya beli konsumen AS.

Kohl’s Corp menjadi pengecer terbaru yang menandai pukulan dari inflasi tinggi empat dekade sehingga jaringan department store itu memangkas perkiraan laba setahun penuh. Namun, sahamnya rebound lebih dari 4% setelah merosot 11% di sesi sebelumnya karena hasil suram dari Target Corp.

S&P 500 turun sekitar 18% dari rekor penutupan pada 3 Januari karena investor menyesuaikan diri dengan inflasi yang kuat, ketidakpastian geopolitik yang berasal dari perang di Ukraina dan pengetatan kondisi keuangan dengan Federal Reserve (Fed) AS menaikkan suku bunga.

Penutupan 20% atau lebih di bawah rekor tertinggi Januari akan mengkonfirmasi S&P 500 telah berada di pasar bearish sejak mencapai puncak itu, menurut definisi yang banyak digunakan.

Ahli strategi Goldman Sachs memperkirakan peluang 35% bahwa ekonomi AS memasuki resesi dalam dua tahun ke depan, sementara Wells Fargo Investment Institute memperkirakan resesi ringan AS pada akhir 2022 dan awal 2023.

Indeks volatilitas CBOE, juga dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, turun menjadi 29,5 poin pada Kamis (19/5/2022), setelah mencapai level tertinggi sejak 12 Mei di awal sesi.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 12,7 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,4 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru