Wall Street Ditutup Mix, Khawatir Efek First Republic Bank

- Pewarta

Kamis, 27 April 2023 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup mix ada akhir  perdagangan Rabu Kamis pagi WIB). Investor khawatir atas sektor perbankan dengan saham First Republic Bank mencapai rekor terendah menyusul laoran bahwa pemerintas AS tidak mau campur tangan dalam penyelamaan.

rIndeks Dow Jones Industrial Average melemah 228,96 poin atau 0,68% menjadi 33.301,87 poin. Indeks S&P 500 turun15,64 poin atau 0,38% menjadi 4.055,99 poin. Namun indeks Komposit Nasdaq berhasi menguat 55,19 poin atau 0,47% menjadi ditutup pada 11.854,35 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor utilitas dan industri memimpin penurunan dengan masing-masing terpangkas 2,37% dan 1,87%. Sektor teknologi melawan tren dengan menguat 1,73%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham First Republic Bank merosot 29,75% pada Rabu (26/4/2023) karena ketidakpastian atas upaya penyelamatan bank regional tersebut.

Regulator bank AS sedang mempertimbangkan untuk menurunkan penilaian mereka terhadap First Republic Bank, yang dapat membatasi kemampuan bank untuk meminjam dari Federal Reserve, menurut Bloomberg.

Kekhawatiran atas First Republic Bank menyebabkan Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 200 poin, kata James Hyerczyk, analis pasar senior dengan pemasok informasi pasar FX Empire.

Sementara itu, saham big tech Microsoft Corporation melonjak 7,24% karena kinerja keuangan yang lebih baik dari perkiraan untuk kuartal pertama. Ini membawa Nasdaq berhasil menguat.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru