Wall Street Ditutup Menguat, Pasar Cermati Data Ekonomi

- Pewarta

Jumat, 27 Januari 2023 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilistrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilistrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) dalam sesi yang berombak. Asar mencermati serangkaian data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan dan musim laoran keuangan, serta menunggu pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve minggu depan.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 205,57 poin atau 0,61% menjadi 33.949,41. Indeks S&P 500 bertambah 44,21 poin atau 1,1% menjadi 4.060,43. Nasdaq Composite meningkat 199,06 poin atau 1,76% menjadi 11.512,41.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi dan konsumer non-primer masing-masing melonjak 3,32% dan 2,03%, melampaui sektor lainnya. Sektor bahan pokok konsumen tergelincir 0,28%, kelompok dengan kinerja terburuk.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu ketiga indeks saham utama AS menguat, momentum saham-saham megacap didukung oleh laporan laba Tesla Inc yang mengalahkan perkiraan dan proyeksi penjualan yang optimis, membantu menempatkan Nasdaq di posisi terdepan.

Kumpulan data menunjukkan ekonomi AS bernasib lebih baik pada kuartal keempat dari perkiraan para analis, dan pasar tenaga kerja tetap ketat, meskipun ada tanda-tanda melemahnya permintaan. Ini adalah pedang bermata dua bagi investor, karena dapat memberanikan Fed untuk mempertahankan suku bunga utama pada tingkat restriktif lebih lama.

Sementara itu pasar keuangan sebagian besar memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin dari bank sentral pada Rabu depan 1 Februari 2023, sentimen itu tidak bulat.

Musim laporan keuangan kuartal keempat menjadi perhatian investor. Lebih dari seperempat perusahaan di S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 69% telah mengalahkan perkiraan konsensus, naik dari 67% pada Rabu (25/1/2023), menurut Refinitiv.

Para analis sekarang memperkirakan agregat laba kuartal keempat turun 2,7%, lebih buruk dari penurunan tahun-ke-tahun 1,6% yang terlihat pada 1 Januari, tetapi meningkat dari penurunan tahunan 3% pada Rabu (25/1/2023), menurut Refinitiv.

Tesla Inc memberikan salah satu dorongan terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq, sahamnya melonjak 11% setelah menyampaikan laporan keuangannya.

Chevron Corp mengumumkan akan melipatgandakan anggarannya untuk pembelian kembali saham, yang membuat saham perusahaan minyak tersebut melonjak 4,9%.

Sementara itu, IBM Corp tergelincir 4,5% setelah perusaaan menngumumkan akan memangkas pekerjanya dan mendivestasi beberapa aset setelah gagal mencapai target kas tahunannya.

Saham Bed Bath & Beyond Ink anjlok 22,2% setelah peritel perlengkapan rumah itu menerima pemberitahuan gagal bayar dari JPMorgan Chase.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 11,34 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,93 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB