Wall Street Ditutup Menguat, Meski Khawatir Krisis Meluas ke Deutsche Bank

- Pewarta

Sabtu, 25 Maret 2023 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Ditutup Menguat, Meski Khawatir Krisis Meluas ke Deutsche Bank

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham di Bursa Wall Street, AS ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Saham bergejolak di awal sesi karena khawatir krisis perbankan akan meluas ke Deutsche Bank.

Dow Jones Industrial Average naik 132,28 poin, atau 0,41%, jadi 32.237,53, S&P 500 naik 0,56%, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,3%.

Semua indeks utama mencatat tren positif secara mingguan dengan Dow Jones naik 0,4% minggu ini. Adapun S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 1,4% dan 1,6%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu faktor yang membantu pasar adalah bangkitnya kembali saham-saham bank regional. Sektor ini menguat pada Jumat, dengan SPDR S&P Regional Banking ETF naik 3,01%.

Aksi jual Deutsche Bank yang terdaftar di bursa AS pada Jumat pagi memberikan tekanan pada pasar dan indeks utama, sebelum saham bank regional pulih. Deutsche Bank ditutup melemah 3,11% pada Jumat, rebound dari penurunan 7% di awal sesi.

Saham Deutsche Bank diperdagangkan dari level terburuknya di sesi ini, yang menyebabkan indeks utama AS juga memangkas kerugian.

Aksi jual saham dipicu setelah credit default swap pemberi pinjaman Jerman melonjak, tetapi tanpa katalis yang jelas. Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran atas kesehatan industri perbankan Eropa.

Awal bulan ini, regulator Swiss memaksa UBS mengakuisisi saingannya Credit Suisse.

Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) Christine Lagarde mencoba meredakan kekhawatiran dengan menyatakan bahwa bahwa bank-bank Uni Eropa tangguh dengan posisi modal dan likuiditas kuat. Lagarde mengatakan ECB dapat menyediakan likuiditas jika diperlukan.

Investor juga terus memantau langkah kebijakan terbaru Fed yang diumumkan minggu ini. The Fed menaikkan suku bunga seperempat poin. Fed juga mengisyaratkan kampanye kenaikan suku bunga akan segera berakhir.

Ketua Fed Jerome Powell mencatat kondisi kredit semakin ketat sehingga berpotensi memberikan tekanan pada perekonomian.

Menteri Keuangan Janet Yellen Kamis (23/3/2023) mengatakan regulator siap mengambil tindakan jika diperlukan untuk menstabilkan bank-bank AS. Komentarnya untuk meningkatkan kepercayaan sistem perbankan AS setelah penutupan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru