Wall Street Ditutup Menguat, Jelang Data Pekerjaan AS

- Pewarta

Jumat, 7 April 2023 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Investor yang mencermati laporan data pasar tenaga kerja AS yang segera dirilis.

Indeks Dow Jones Industrial Averagemenguat 2,57 poin atau 0,01% menjadi menetap di 33.485,29 poin. Indeks S&P 500 bertambah 14,64 poin atau 0,36% menjadi 4.105,02 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik91,10 poin atau 0,76% menjadi ditutup di 12.087,96 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor jasa-jasa komunikasi dan utilitas masing-masing naik 1,71% dan 0,74%, melampaui yang lainnya. Sementara itu, sektor energi merosot 1,47%, merupakan sektor dengan kinerja terburuk.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wall Street telah melemah dalam beberapa hari terakhir sebagai tanggapan atas tanda-tanda perlambatan ekonomi, termasuk data yang lemah pada daftar gaji swasta dan lowongan pekerjaan awal pekan ini.

Itu menandai perubahan dari beberapa bulan terakhir, ketika investor menyambut data ekonomi yang lemah atas dasar bahwa itu mungkin berarti kenaikan suku bunga Fed berhasil dan bahwa Fed dapat melonggarkan kampanyenya untuk mengendalikan inflasi yang tinggi selama beberapa dekade.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (6/4/2023) jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran mencapai 228.000 dalam pekan yang berakhir 1 April, turun 18.000 dari level revisi naik minggu sebelumnya di 246.000. Pembacaan melebihi konsensus para analis 200.000.

Pada Rabu (5/4/2023), perusahaan jasa penggajian ADP mengatakan bahwa penggajian swasta AS naik 145.000 pada Maret, turun dari kenaikan 261.000 pada Februari dan jauh di bawah perkiraan para ekonom sebesar 210.000.

Investor sekarang fokus pada laporan situasi ketenagakerjaan AS yang lebih komprehensif untuk Maret yang diawasi lebih ketat, yang akan mencakup data ketenagakerjaan dari sektor swasta dan pemerintah, yang dijadwalkan akan dirilis pada Jumat waktu setempat.

Untuk minggu perdagangan yang dipersingkat, indeks Dow naik 0,6%, S&P 500 kehilangan 0,1%, dan Nasdaq yang padat teknologi turun 1,1%.

Pasar saham AS akan ditutup pada Jumat untuk merayakan Jumat Agung.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru