Wall Street Ditutup Menguat Didorong Saham Defensif

- Pewarta

Sabtu, 19 November 2022 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street AS/Dok

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Keniakan itu didorong saham defensif .

Indeks Dow Jones Industrial Averagenaik 199,37 poin atau 0,59% menjadi 33.745,69 poin. Indeks S&P 500 bertambah 18,78 poin atau 0,48% menjadi 3.965,34 poin. Nasdaq Composite naik tipis 1,10 poin atau 0,01% menjadi 11.146,06 poin.

Kelompok defensif memimpin dengan sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor utilitas dan real estat masing-masing terdongkrak 2% dan 1,29%, melampaui yang lainnya. Sementara itu, sektor energi dan komunikasi masing-masing turun 0,9% dan 0,35%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk minggu ini, Indeks Dow Jones turun kurang dari 0,01%, Indeks S&P 500 turun 0,7% dan Indeks Nasdaq turun 1,6%.

Sementara itu, The Conference Board yang berbasis di New York mengatakan Indeks Ekonomi Utama AS turun selama delapan bulan berturut-turut pada Oktober, “menunjukkan ekonomi mungkin dalam resesi.”

Pemimpin The Fed Boston Susan Collins mengatakan bahwa dengan sedikit bukti tekanan harga berkurang, The Fed mungkin perlu memberikan kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi ketika berupaya mengendalikan inflasi.

“Pasar berada dalam sedikit pola bertahan” jelang data ketenagakerjaan dan ekonomi lainnya, kata Ekonom dan Ahli Strategi Portofolio New York Life Investments, Lauren Goodwin, seperti dikutip oleh Reuters.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB