Wall Street Ditutup Menguat, AS Akan Stabilkan Perbankan

- Pewarta

Jumat, 24 Maret 2023 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham di Bursa Wall Street, AS, ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) menyusul pernyataan Menkeu AS Janet Yellen untuk menstabilkan bank-bank AS.

Indeks komposit Nasdaq di Wall Street membukukan kenaikan terbesar, 1%, karena saham teknologi terus menguat karena kenaikan suku bunga The Fed diyakini akan segera berakhir. S&P 500 naik 0,3% menjadi 3.948,73dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,23% menjadi 32.105,25.

The Fed telah menaikkan suku bunga 0,25% atau 25 bps. The Fed juga mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga, untuk mendinginkan inflasi, mungkin segera berakhir.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Krisis perbankan di Wall Street juga membebani sentimen investor, dengan SPDR S&P Bank ETF (KBE) turun 2,5% meskipun komentar Menteri Keuangan Janet Yellen menunjukkan bahwa regulator siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan untuk menstabilkan bank-bank AS.

Komentar Janet Yellen dinilai akan meningkatkan kepercayaan pada sistem perbankan AS setelah penutupan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank.

“Pendorong utama volatilitas pasar adalah investor menilai tarik-ulur antara stabilitas harga dan stabilitas keuangan,” kata analis investasi di Manajemen Kekayaan Bank AS Tom Hainlin, dikutip CNBC International.

Hainlin mengatakan bahwa Fed memiliki mandat untuk menjinakkan inflasi. Sementara di sisi lain membatasi tekanan lebih lanjut pada aktivitas pasar modal akibat kenaikan suku bunga.

Investor akan mengamati data ekonomi barang tahan lama, serta manufaktur dan jasa yang dirilis Jumat pagi.

Presiden Fed St Louis James Bullard dijadwalkan akan berbicara pada Jumat pagi.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB