Wall Street Ditutup Menguat, 11 Bank Bantu First Republic

- Pewarta

Jumat, 17 Maret 2023 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Ditutup Menguat, 11 Bank Bantu First Republic

Foto ilustrasi: First Republic Bank/IST.

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham di Bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis ((Jumat pagi WIB) yang ditopang oleh sektor keuangan. Bank-bank terbesar AS memberikan bantuan deposito kepada First Republic Bank yang kesulitan likuiditas.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 371,98 poin atau 1,17%, menjadi menetap di 32.246,55 poin. Indeks S&P 500 bertambah 68,35 poin atau 1,76%, menjadi berakhir di 3.960,28 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 283,22 poin atau 2,48%, menjadi ditutup pada 11.717,28 poin.

Bank of America, Wells Fargo, Citigroup dan JPMorgan Chase akan menyumbang sekitar US$ 5 miliar masing-masing, sementara Goldman Sachs dan Morgan Stanley akan menyetor sekitar $2,5 miliar, kata bank-bank tersebut dalam rilis berita. Truis, PNC, Bancorp AS, State Street, dan Bank of New York Mellon masing-masing akan menyetor sekitar US$ 1 miliar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Total mereka menyetor hingga US$ 30 miliar dolar AS ke kas First Republic Bank untuk menstabilkan pemberi pinjaman itu.

“Bank saling menjaga satu sama lain,” kata kepala investasi Huntington Private Bank, John Augustine, kepada Reuters. “Sekarang mereka ingin menyelamatkan apa yang dianggap sebagai bank yang lebih utama.”

Saham JP Morgan dan Morgan Stanley masing-masing naik 1,94% dan 1,89%, sedangkan First Republic Bank melonjak 9,98%. Namun, pascaperdagangan Kamis, saham First Republic merosot lagi 15%.

Sentimen positif menyebar ke pemberi pinjaman regional lainnya, dengan Alliance Bancorp dan PacWest Bancorp masing-masing terangkat 14,09% dan 0,7%, menyusul awal yang negatif.

Indeks perbankan regional KBW melonjak 3,26%, sedangkan indeks perbankan S&P 500 naik 2,16%.

Kekhawatiran tentang bank telah mengguncang pasar saham dalam beberapa hari terakhir setelah runtuhnya Silicon Valley Bank memicu ketakutan penularan.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan sistem perbankan AS tetap sehat dan masyarakat Amerika dapat merasa yakin bahwa simpanan mereka akan tersedia saat dibutuhkan.

Saham Credit Suisse yang tercatat di AS naik setelah bank mendapatkan fasilitas kredit hingga 54 miliar dolar AS dari bank sentral Swiss (SNB) untuk menopang likuiditas dan kepercayaan investor.

Data menunjukkan klaim pengangguran turun lebih dari yang diharapkan minggu lalu, menunjuk pada penguatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan yang dapat membujuk Fed untuk terus menaikkan suku bunga.

Angka penjualan ritel yang lemah, serta data yang menunjukkan tren penurunan inflasi produsen pada Rabu (15/3/2023) telah mendukung potensi kenaikan suku bunga 25 Bps oleh Federal Reserve pada pertemuannya yang ditutup pada 22 Maret.

Induk Facebook, Meta Platforms dan operator Snapchat Snap Inc terangkat 3,63% dan 7,25%, setelah pemerintah AS mengancam akan memberlakukan larangan pada TikTok saingannya.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru