Wall Street Ditutup Melemah, Respons Risalah Fed

- Pewarta

Kamis, 6 Juli 2023 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilistrasi: Suasana bursa saham Wall Street AS/Dok

Foto ilistrasi: Suasana bursa saham Wall Street AS/Dok

MEDIA EMITENTiga indeks utama saham di Bursa Wall Street lebih rendah pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah risalah pertemuan Juni Federal Reserve menunjukkan hampir semua pembuat kebijakan mengharapkan kenaikan suku bunga tambahan akhir tahun ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 129,83 poin atau 0,38% menjadi 34.288,64 poin. Indeks S&P 500 terkoreksi 8,77 poin atau 0,2% menjadi 4.446,82 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 25,12 poin atau 0,18% menjadi 13.791,65 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan material dan industri memimpin penurunan masing-masing kehilangan 2,47% dan 0,6%. Sementara itu, sektor jasa komunikasi dan utilitas memimpin penguatan dengan masing-masing menguat 1,21% dan 1,1%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham-saham AS bergerak lebih rendah satu hari setelah libu Hari Kemerdekaan AS dengan investor menimbang risalah Juni Fed yang dirilis Rabu (5/7) sore. Risalah menunjukkan bahwa pembuat kebijakan memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga di tengah kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi, mengutip dampak lambat dari kebijakan moneter.

Mereka juga ingin memperlambat kecepatan kenaikan suku bunga untuk memberi The Fed lebih banyak waktu buat menilai dampak dari kenaikan sebelumnya.

Meskipun melihat ruang untuk melewatkan pertemuan Juni setelah 10 kenaikan suku bunga berturut-turut, hampir semua pejabat percaya bahwa mempertahankan sikap kebijakan moneter restriktif akan sesuai untuk mencapai tujuan inflasi Fed, mengharapkan kenaikan suku bunga tambahan tetapi pada kecepatan yang lebih lambat, menurut risalah The Fed. 

Risalah berisi sedikit informasi baru yang mungkin menggerakkan pasar, kata Jose Torres, ekonom senior dari Interactive Brokers, dalam sebuah wawancara dengan MarketWatch. “Semua orang tahu bahwa Fed ingin bergerak lebih tinggi,” katanya lagi.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memiliki sekitar 88% kemungkinan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin lagi pada pertemuan Juli, menurut data dari CME FedWatch Tool pada Rabu (5/7) sore.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru