Wall Street Ditutup Melemah, Imbas Sentimen Gagal Bayar Utang AS

- Pewarta

Sabtu, 13 Mei 2023 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

MEDIA EMITEN Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup melemah pada akhir pedagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Investor khawatir terhadap ekonomi Amerika Serikat terkait sentimen sentimen gagal bayar utang AS.

Dow Jones Industrial Average turun 8,89 poin atau 0,03%, ditutup pada level 33.300,62. Indeks S&P 500 juga turun 0,16%, ditutup pada level 4.124,08. Sedangkan indeks Nasdaq Composite turun 0,35%, ditutup pada level 12.284,74.

Investor juga mengawasi perkembangan di Washington terkait negosiasi kenaikan batas utang. Presiden Joe Biden yang rencananya bertemu dengan pemimpin kongres pada hari Jumat ditunda hingga minggu depan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks kepercayaan konsumen University of Michigan turun menjadi 57,7, level terendah dalam enam bulan terakhir. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan indeks kepercayaan konsumen bulan Mei akan mencapai 63,0. Survey juga menunjukkan bahwa prospek inflasi selama 5 tahun ke depan meningkat menjadi 3,2%, level tertinggi sejak Juni 2008.

Indeks S&P 500 dan Dow turun untuk minggu kedua berturut-turut, masing-masing turun 0,29% dan 1,11%. Sedangkan indeks Nasdaq naik sebesar 0,4%.

Di dunia perbankan regional, saham PacWest turun 2,9%. Saham PNC turun sekitar 1%, dan saham Zions Bancorporation ditutup 1,1% lebih rendah. Pada hari Kamis, saham perbankan regional turun setelah PacWest melaporkan penurunan deposito yang signifikan pekan lalu.

Sementara itu, data harga grosir yang lebih lemah dari yang diperkirakan pada hari Kamis, sebagai tanda inflasi yang melambat, tidak berhasil meredakan kekhawatiran akan penurunan.

Bureau of Labor Statistics melaporkan bahwa harga impor naik 0,4% secara bulanan pada bulan April, menjadi kenaikan pertama di tahun 2023. Economist yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan 0,3% pada bulan lalu, dibandingkan dengan penurunan 0,8% pada bulan sebelumnya.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru