Wall Street Ditutup Beragam, Respons Data Pekerjaan AS

- Pewarta

Sabtu, 3 Desember 2022 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Pasar merespons data pekerjaan AS dengan nonfarm payrolls lebih tinggi dari perkiraan.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 34,87 poin, atau 0,1%, menjadi 34.429,88 poin setelah sempat hilang 350 poin. S&P 500 merosot 0,1% menjadi 4.071,70, rebound dari penurunan 1,2%. Nasdaq Composite turun 0,18% menjadi 11.461,50 poin.

Ketiga indeks mencatat kenaikan mingguan. Nasdaq membukukan kenaikan terbesar hampir 2,1% sepanjang minggu ini. S&P 500 bertambah 1,1% dan Dow naik 0,2%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penutupan Jumat menandai pertama kalinya tiga indeks utama membukukan kenaikan mingguan berturut-turut sejak Oktober.

Laporan data ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan nonfarm payrolls naik 263 ribu, di atas ekspektasi 200 ribu dan pertumbuhan upah dipercepat bahkan saat kekhawatiran resesi meningkat.

Penghasilan per jam rata-rata juga melampaui ekspektasi, melonjak 0,6% dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu naik 5,1% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Sementara itu, tingkat pengangguran AS seperti yang diperkirakan pada angka 3,7%.

Investor menantikan tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja, terutama upah, sebagai pendahulu pendinginan inflasi yang lebih cepat yang akan memungkinkan Fed untuk memperlambat dan akhirnya menghentikan siklus kenaikan suku bunga saat ini.

Pada Rabu lalu, Ketua Fed Jerome Powell mengkonfirmasi kenaikan suku bunga melambat mulai awal Desember.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB