Wall Street Ditutup Beragam, Nasdaq Rebound

- Pewarta

Rabu, 11 Mei 2022 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Street Ditutup Beragam, Nasdaq Rebound

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN –Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan Indeks S&P 500 dan Nasdaq rebound yang didorong kenaikan saham-saham pertumbuhan menyusul turunnya imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS.

Indeks S&P 500 menguat 9,81 poin atau 0,25% menjadi menetap di 4.002,05 poin. Nasdaq Composite menguat 114,42 poin atau 0,98% menjadi 11.737,67 poin. Namun, indeks Dow Jones Industrial Average turun 84,96 poin atau 0,26% menjadi 32.160,74 poin.

Pada saat yang sama, saham bank jatuh. Imbal hasil acuan obligasi Pemerintah AS 10-tahun jatuh dari tertinggi lebih dari tiga tahun menjadi di bawah 3%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perdagangan saham di Wall Street, semalam, bergerak antara keuntungan dan kerugian karena investor juga gugup menjelang rilis data indeks harga konsumen AS pada Rabu waktu setempat dan data harga produsen pada Kamis.

Investor mencermati kemungkinan inflasi memuncak. Kekhawatiran bahwa Federal Reserve (Fed) AS mungkin harus bergerak lebih agresif untuk mengekang inflasi telah mendorong aksi jual baru-baru ini di pasar. Sejumlah kekhawatiran lain telah menambah tekanan.

Saham Apple Inc lebih tinggi dan memberikan dorongan terbesar bagi Indeks S&P 500 dan Nasdaq. Indeks teknologi S&P 500 memimpin kenaikan di antara sektor-sektor di S&P 500.

Investor mencerna komentar dari Presiden The Fed Cleveland Loretta Mester, yang mengatakan ekonomi AS akan mengalami turbulensi dari upaya The Fed untuk menurunkan inflasi yang berjalan lebih dari tiga kali di atas targetnya dan volatilitas baru-baru ini di pasar saham tidak akan menghalangi pembuat kebijakan.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru