MEDIA EMITEN –Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan Indeks S&P 500 dan Nasdaq rebound yang didorong kenaikan saham-saham pertumbuhan menyusul turunnya imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS.
Indeks S&P 500 menguat 9,81 poin atau 0,25% menjadi menetap di 4.002,05 poin. Nasdaq Composite menguat 114,42 poin atau 0,98% menjadi 11.737,67 poin. Namun, indeks Dow Jones Industrial Average turun 84,96 poin atau 0,26% menjadi 32.160,74 poin.
Pada saat yang sama, saham bank jatuh. Imbal hasil acuan obligasi Pemerintah AS 10-tahun jatuh dari tertinggi lebih dari tiga tahun menjadi di bawah 3%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perdagangan saham di Wall Street, semalam, bergerak antara keuntungan dan kerugian karena investor juga gugup menjelang rilis data indeks harga konsumen AS pada Rabu waktu setempat dan data harga produsen pada Kamis.
Investor mencermati kemungkinan inflasi memuncak. Kekhawatiran bahwa Federal Reserve (Fed) AS mungkin harus bergerak lebih agresif untuk mengekang inflasi telah mendorong aksi jual baru-baru ini di pasar. Sejumlah kekhawatiran lain telah menambah tekanan.
Saham Apple Inc lebih tinggi dan memberikan dorongan terbesar bagi Indeks S&P 500 dan Nasdaq. Indeks teknologi S&P 500 memimpin kenaikan di antara sektor-sektor di S&P 500.
Investor mencerna komentar dari Presiden The Fed Cleveland Loretta Mester, yang mengatakan ekonomi AS akan mengalami turbulensi dari upaya The Fed untuk menurunkan inflasi yang berjalan lebih dari tiga kali di atas targetnya dan volatilitas baru-baru ini di pasar saham tidak akan menghalangi pembuat kebijakan.







