MEDIA EMITEN – Wall Street kembali dilanda aksi jual sehingga tiga indeks utamanya jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Investor bersiap menunggu rilis data penggajian pada akhir pekan ini.
Dow Jones Industrial Average turun 543,54 poin, atau 1,66%, menjadi 32.254,86, S&P 500 turun 1,85% menjadi 3.918,32, dan Komposit Nasdaq turun 2,05% menjadi 11.338,35.
Pelemahan Kamis membuat Dow Jones ditutup di bawah rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya sejak 9 November.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk minggu dan tahun ini, Dow Jones masing-masing turun 3,4% dan 2,7%. Sementara S&P dan Nasdaq masing-masing naik 2,05% dan 8,33% pada tahun 2023, tetapi berada di jalur penurunan mingguan sebesar 3% atau lebih.
Saham-saham bank dilanda aksi jual dengan Silicon Valley Bank (SVB) merosot 60% setelah mengumumkan penjualan saham senilai US$ 1,75 miliar, membuat kapitalisasi pasarnya menjadi US$ 6 miliar. Inimenyeret bank regional lainnya. Saham Silvergate anjlok lebih 42% di tengah berita akan menutup operasi.
Kerugian mendorong sektor keuangan S&P turun 4,1% hari terburuk sejak Juni 2020. Pemimpin sektor keuangan Bank of America dan Wells Fargo juga terpukul, masing-masing jatuh lebih 6%.
Investor mencermati berita keadaan pasar tenaga kerja menjelang laporan nonfarm payrolls Jumat. Klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir 4 Maret naik lebih dari yang diharapkan, menandakan bahwa pasar tenaga kerja mungkin mulai melambat.
Baca Juga:
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Pelemahan bursa AS Kamis setelah Ketua The Fed Jerome Powell mengulangi pesan peringatannya kepada anggota parlemen bahwa bank sentral dapat menaikkan suku bunga lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
Namun Powell menekankan bahwa belum ada keputusan yang dibuat pada pertemuan Maret.







