Wall Street Ambrol, Imbal Hasil Obligasi Melonjak

- Pewarta

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

MEDIA EMITEN – Saham-saham di Wall Street ambrol yang dipimpin sektor teknologi, menyusul melonjaknya imbal hasil (yield) obligasi AS seiring kekhawatiran kenaikkan suku bunga Fed. Tiga indeks utama turun tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 292,30 poin atau 0,86% menjadi 33.706,74 poin. Indeks S&P 500 berkurang 55,26 poin atau 1,29% menjadi 4.228,48 poin. Nasdaq Composite anjlok 260,13 poin atau 2,01% menjadi 12.705,21 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor konsumer non-primer dan keuangan masing-masing merosot 2,1% dan 2,02%, memimpin penurunan. Sementara itu, kelompok perawatan kesehatan dan energi naik tipis.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiga indeks utama mencatat kerugian untuk minggu ini. Indeks S&P 500 turun sekitar 1,2% dan Nasdaq jatuh 2,6% dalam penurunan mingguan pertama mereka setelah empat minggu naik. Dow kehilangan sekitar 0,2% untuk minggu ini.

Amazon.com, Apple dan Microsoft semuanya jatuh dan merupakan hambatan terbesar pada S&P 500 dan Nasdaq. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung negatif untuk saham-saham teknologi dan pertumbuhan, yang penilaiannya lebih bergantung pada arus kas masa depan.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat, dengan imbal acuan obligasi AS 10-tahun hampir mencapai 3%, setelah Jerman melaporkan rekor kenaikan harga produsen bulanan yang tertinggi.

Investor telah menimbang seberapa agresif Federal Reserve mungkin perlu menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi.

Presiden Federal Reserve Richmond, Thomas Barkinpada Jumat mengatakan bahwa pejabat bank sentral AS memiliki “banyak waktu” sebelum mereka perlu memutuskan seberapa besar kenaikan suku bunga untuk disetujui pada pertemuan kebijakan 20-21 September mereka.

Setelah mencatat paruh pertama terburuk sejak 1970, S&P 500 telah melambung sekitar 16% dari level terendah pertengahan Juni, didorong oleh laba perusahaan yang lebih kuat dari perkiraan dan harapan ekonomi dapat menghindari resesi bahkan ketika Fed menaikkan suku bunga.

The Fed telah menaikkan suku bunga acuan overnight sebesar 225 basis poin sejak Maret untuk melawan inflasi pada level tertinggi empat dekade.

Fokus minggu depan mungkin pada pidato Ketua Fed Jerome Powell tentang prospek ekonomi pada konferensi bank sentral global tahunan di Jackson Hole, Wyoming.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 10,01 miliar saham, merupakan salah satu volume harian terendah tahun ini.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Qualcomm dan Samsung Perluas Kolaborasi Snapdragon

Kamis, 23 Jul 2026 - 09:07 WIB

Pers Rilis

“NI NO KUNI: CROSS WORLDS” HADIRKAN LAYANAN GLOBAL TERPADU

Kamis, 23 Jul 2026 - 09:00 WIB