Wall Steet Ditutup Bervariasi

- Pewarta

Rabu, 15 Juni 2022 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wall Steet Ditutup Bervariasi

Foto ilustrasi: Suasana di bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Pasar berhati-hati menjelang pernyataan Federal Reserve terkait seberapa agresif jalur kebijakan bank sentral dalam menaikkan suku bunga acuan.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 151,91 poin atau 0,5% menjadi i 30.364,83 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 14,15 poin atau 0,38% menjadi 3.735,48 poin. Sedangkan Nasdaq Composite berhasil naik tipis 19,12 poin atau 0,18% menjadi ditutup di 10.828,35 poin.

Indeks acuan S&P 500 mengalami penurunan harian kelima berturut-turut, menandai penurunan beruntun terpanjang sejak awal Januari. Penurunan Senin (13/6) menempatkan indeks turun lebih dari 20% dari rekor tertinggi terbaru, mengkonfirmasikan pasar bearish dimulai pada 3 Januari, menurut definisi yang umum digunakan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ekspektasi para analis sebagian besar telah memprediksi The Fed akan menaikkan sebesar 50 basis poin pada akhir pertemuannya pada Rabu waktu setempat.

Namun, pandangan bahwa kenaikan 75 basis poin telah direncanakan telah berkembang setelah data indeks harga konsumen (IHK) Jumat (10/6) lebih tinggi dari perkiraan untuk Mei. Selain itu, laporan dari Wall Street Journal pada hari yang sama dan perkiraan dari beberapa bank, termasuk JP Morgan dan Goldman Sachs, menandakan kenaikan 75 basis poin telah mendukung keyakinan itu.

Pedagang saat ini memperkirakan peluang lebih dari 90% untuk kenaikan 75 basis poin, meningkat dari 3,9% seminggu yang lalu, menurut Alat FedWatch CME.

Data pada Selasa (14/6) menunjukkan bahwa indeks harga produsen (IHP), sementara sedikit lebih rendah dari ekspektasi pada basis tahun-ke-tahun untuk Mei, tetap tinggi karena harga bensin melonjak.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 12,49 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,01 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru