MEDIA EMITEN – Raksasa perbankan UBS sedang dalam pembicaraan untuk mengambil alih atau akuisisi semua atau sebagian Credit Suisse, dengan dewan dua pemberi pinjaman terbesar Swiss itu akan bertemu secara terpisah selama akhir pekan, Financial Times melaporkan.
Bank Sentral Swiss (SNB) dan regulator FINMA sedang mengorganisir pembahasan dalam upaya untuk membangun kepercayaan di sektor perbankan. Regulator Swiss memberi tahu rekan-rekan mereka di Amerika Serikat dan Inggris Raya bahwa penggabungan kedua bank adalah “Rencana A” mereka untuk menyelamatkan kepercayaan di Credit Suisse, tambah laporan itu.
Beberapa opsi lain juga sedang didiskusikan antara kedua bank, karena kedua belah pihak mencoba mengevaluasi kendala peraturan di yurisdiksi yang berbeda, lapor surat kabar itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus Bank Sentral Swiss adalah menyetujui solusi langsung sebelum pasar dibuka pada Senin 20 Maret 2023, kata laporan itu, Sabtu (WIB).Tidak ada jaminan kesepakatan akan tercapai.
Credit Suisse dan UBS menolak mengomentari laporan tersebut. Bank Sentral Swiss dan FINMA tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Bloomberg melaporkan pada Kamis (16/3) bahwa UBS Group AG dan Credit Suisse menentang merger paksa, dengan UBS lebih memilih untuk fokus pada strategi yang berpusat pada kekayaannya sendiri dan enggan mengambil risiko yang terkait dengan saingannya yang lebih kecil.
Credit Suisse adalah bank terbesar yang terjerat dalam gejolak pasar, setelah jatuhnya pemberi pinjaman AS Silicon Valley Bank dan Signature Bank yang berbasis di New York, memaksa pemberi pinjaman Swiss untuk meminjam hingga US$ 54 miliar dari bank Sentral Swiss untuk menopang likuiditas.







