Trump Calonkan Wakil Menkeu Malpass untuk Pimpin Bank Dunia

- Pewarta

Kamis, 7 Februari 2019 - 04:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trump Calonkan Wakil Menkeu Malpass untuk Pimpin Bank Dunia

Foto ilustrasi: Bank Dunia/Dok

Mediaemiten.com, Washington – Presiden AS Donald Trump pada Rabu (6/2/2019) mengumumkan bahwa dirinya telah memilih David Malpass, wakil menteri untuk urusan internasional di Departemen Keuangan AS, sebagai kandidat untuk calon presiden Bank Dunia berikutnya.

Menyebut Malpass sebagai “orang yang sangat luar biasa,” Trump mengatakan dalam sebuah pernyataan di Gedung Putih bahwa ia meluncurkan “pencarian luas” untuk pengganti Jim Yong Kim, mantan kepala Bank Dunia yang tiba-tiba mengundurkan diri pada awal Januari dan efektif 1 Februari 2019.

“Saya tahu bahwa David adalah orang yang tepat untuk mengambil pekerjaan yang sangat penting ini,” tambah Trump, dikutip dari Xinhua.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden Trump mengatakan bahwa Malpass “telah menjadi penyokong kuat untuk akuntabilitas di Bank Dunia,” dan bahwa “ia telah berjuang untuk memastikan pembiayaan difokuskan pada tempat-tempat dan proyek-proyek yang benar-benar membutuhkan bantuan, termasuk orang-orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem.”

Malpass harus disetujui oleh dewan direktur eksekutif Bank Dunia untuk memimpin pemberi pinjaman pembangunan internasional itu.

Menyusul pernyataan-pernyataan Trump, Malpass, yang telah mengkritik Bank Dunia sebelumnya, mengucapkan terima kasih kepada presiden karena telah memilihnya untuk memimpin lembaga pembangunan utama dunia itu.

Menyoroti peningkatan modal 13 miliar dolar AS dan reformasi lain yang disahkan pemegang saham Bank Dunia pada April 2018, Malpass mengatakan, “Dengan pemegang saham dan staf yang berdedikasi, sekarang ada peluang besar untuk mengimplementasikan reformasi konstruktif ini yang akan mengarah pada pertumbuhan yang lebih cepat dan kesejahteraan yang lebih besar.”

Dia menambahkan bahwa tujuan utama adalah untuk memastikan bahwa perempuan mencapai partisipasi penuh di negara-negara berkembang.

Calon-calon yang dipilih oleh Washington, pemegang saham terbesar Bank Dunia dengan 16 persen kekuatan memilihnya, semuanya berakhir dengan menduduki jabatan kepemimpinan sejak lembaga itu didirikan pada 1944.

Tradisi yang telah lama dipegang ini mempertanyakan kredibilitas organisasi, mengingat bahwa kontribusi total negara-negara “emerging markets” dan negara-negara berkembang terhadap pertumbuhan ekonomi global, jauh lebih besar daripada yang dimiliki negara-negara maju dalam beberapa tahun terakhir.

Kim menghadapi tantangan dari calon dari Kolombia dan Nigeria dalam pemilahan padaa 2012. Keragu-raguan Malpass tentang peran bank dan multilateralisme telah menimbulkan kekhawatiran di dalam komunitas pembangunan internasional atas jasanya, ketika Bank Dunia mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Januari bahwa para kandidat presiden harus memiliki “komitmen kuat dan penghargaan atas kerja sama multilateral. ”

Menanggapi kekhawatiran tersebut, seorang pejabat senior pemerintah Trump mengatakan pada Rabu (6/2) menjelang pengumuman Trump bahwa Malpass, dalam kapasitasnya sebagai wakil menteri keuangan untuk urusan internasional, telah terlibat secara konstruktif dalam sejumlah pengaturan multilateral di seluruh dunia.

“Saya pikir adil untuk mengatakan bahwa David cukup konstruktif dalam membantu mereformasi dan menjadi efektif dalam tatanan multilateral yang ada,” kata pejabat itu.

Mulai Kamis (7/2), dewan direktur eksekutif Bank Dunia akan menerima nominasi hingga 14 Maret, dan kemudian memilih seorang pemenang untuk mengambil pekerjaan presiden menjelang Pertemuan Musim Semi IMF dan Bank Dunia, yang ditetapkan pada 12-14 April di Washington.

“David telah lama menjadi penganjur kebijakan pro-pertumbuhan,” kata pejabat senior pemerintah lainnya Rabu (6/2), ketika mengomentari pencalonan Malpass.

“Dalam peran barunya, dia akan bekerja menuju pertumbuhan bersama yang luas di negara-negara yang paling membutuhkannya, dan dia akan fokus membangun dan memperluas kelas menengah yang kuat di negara-negara berkembang,” pejabat itu menambahkan. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru