Tertekan Penguatan Dolar AS, Emas Berjangka Jatuh

- Pewarta

Rabu, 17 Juli 2019 - 02:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tertekan Penguatan Dolar AS, Emas Berjangka Jatuh

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada akhir perdagangan Rabu pagi (17/7/2019), tertekan oleh dolar AS yang lebih kuat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus turun 2,30 dolar AS atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada 1.411,20 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,44 persen menjadi 97,36 sebelum penyelesaian perdagangan emas.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dolar AS terapresiasi terhadap mata uang utama saingannya, karena para pelaku pasar menyambut data penjualan ritel yang lebih baik dari perkiraan.

Penjualan ritel dan layanan makanan AS meningkat 0,4 persen pada Juni dari bulan sebelumnya, mencapai 519,9 miliar dolar AS, Departemen Perdagangan melaporkan Selasa (16/7/2019). Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan kenaikan 0,1 persen.

Ketika dolar AS menguat, emas berjangka biasanya jatuh karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Sehari sebelumnya, harga emas naik moderat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), tertahan oleh penguatan dolar AS meski ditopang oleh ketidakpastian ekonomi global, naik 1,30 dolar AS atau 0,09 persen, menjadi 1.413,50 dolar per ounce.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 31,3 sen atau 2,04 persen menjadi ditutup pada 15,678 dolar per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 1,70 dolar AS atau 0,2 persen, menjadi menetap di 846,90 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru