Studi : Pemanasan Global Tingkatkan Ketimpangan Ekonomi Dunia

- Pewarta

Selasa, 23 April 2019 - 01:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Studi : Pemanasan Global Tingkatkan Ketimpangan Ekonomi Dunia

Mediaemiten.com, Washington – Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa pemanasan global dapat memperburuk ketimpangan ekonomi di dunia sejak 1960-an.

Hasil studi yang diterbitkan pada Senin (22/4/2019) di jurnal ilmiah multidisiplin “Proceedings of the National Academy of Sciences” mengungkapkan bahwa perubahan suhu yang disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer mungkin membuat negara-negara sejuk seperti Norwegia lebih kaya, tetapi memperlambat pertumbuhan ekonomi di negara-negara hangat seperti Nigeria.

“Sebagian besar negara termiskin di Bumi jauh lebih miskin daripada tanpa pemanasan global,” kata pemimpin penulis studi, Noah Diffenbaugh, seorang ilmuwan iklim dari Stanford University, dikutip dari Xinhua.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para peneliti menganalisis 50 tahun pengukuran suhu dan PDB tahunan untuk 165 negara untuk memperkirakan efek fluktuasi suhu terhadap pertumbuhan ekonomi.

Mereka menemukan bahwa, dari tahun 1961 hingga 2010, pemanasan global menurunkan kekayaan per orang di negara-negara termiskin di dunia sebesar 17 persen hingga 30 persen.

Kesenjangan antara kelompok negara dengan output ekonomi tertinggi dan terendah per orang kini sekitar 25 persen lebih besar daripada tanpa perubahan iklim, menurut penelitian.

“Tanaman lebih produktif, orang lebih sehat dan kita lebih produktif di tempat kerja ketika suhu tidak terlalu panas atau terlalu dingin,” kata Marshall Burke, asisten profesor Earth System Science di Stanford dan rekan penulis penelitian ini.

“Ini berarti bahwa di negara-negara yang dingin, sedikit pemanasan dapat membantu. Yang sebaliknya berlaku di tempat-tempat yang sudah panas.”

Para peneliti menemukan bahwa negara-negara tropis, khususnya, cenderung memiliki suhu jauh di luar ideal untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi kurang jelas bagaimana pemanasan telah mempengaruhi pertumbuhan di negara-negara di garis lintang tengah, termasuk Amerika Serikat, China dan Jepang.

Studi ini menunjukkan bahwa beberapa ekonomi terbesar berada di dekat suhu yang sempurna untuk output ekonomi, tetapi Burke memperingatkan bahwa sejumlah besar pemanasan di masa depan akan mendorong mereka semakin jauh dari suhu optimal. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru