Sektor Teknologi dan Energi Angkat Wall Street

- Pewarta

Rabu, 8 Juni 2022 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sektor Teknologi dan Energi Angkat Wall Street

Foto ilustrasi: Bursa saham AS, Wall Street/Dok

MEDIA EMITEN – Wall Street bergerak liar dan berakhir menguat pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Saham sektor teknologi dan energi menguat, menopang tiga indeks utama.

Dow Jones Industrial Average meningkat 264,36 poin atau 0,80% menjadi 33.180,14 poin. Indeks S&P 500 bertambah 39,25 poin atau 0,95% menjadi 4.160,68 poin. Nasdaq Composite melonjak 113,86 poin atau 0,94%, menjadi ditutup di 12.175,23 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi dan industri masing-masing melonjak 3,14% dan 1,36%, melampaui sisanya. Sementara itu, sektor konsumsi non-primer tergelincir 0,37%, satu-satunya kelompok yang menurun.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham Apple Inc naik 1,8% meskipun ada berita pada hari sebelumnya bahwa perusahaan harus mengubah konektor pada iPhone yang dijual di Eropa pada 2024 setelah negara-negara Uni Eropa dan anggota parlemen menyetujui satu port pengisian daya untuk ponsel, tablet, dan kamera.

Indeks teknologi S&P 500 naik 1% dan memberi indeks acuan dorongan terbesar. Saham Microsoft Corp bertambah 1,4%.

Indeks sektor energi S&P 500 melonjak 3,1% menjadi berakhir pada level tertinggi sejak 2014, dengan harga minyak naik tajam.

Pada saat yang sama, saham Target Corp turun 2,3% setelah pengecer mengatakan harus menawarkan diskon yang lebih besar dan mengurangi stok barang-barang pilihan.

Perdagangan ekuitas berombak, dengan indeks turun di awal hari, tetapi pasar telah pulih dari kerugian tajam baru-baru ini.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS jatuh setelah berita Target, karena memicu beberapa spekulasi bahwa inflasi terburuk mungkin terjadi di masa lalu.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 10,38 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,50 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pengalaman Bertema Disney and Pixar’s Toy Story Hadir di SKAI

Pers Rilis

Pengalaman Bertema Disney and Pixar’s Toy Story Hadir di SKAI

Rabu, 26 Agu 2026 - 15:08 WIB

SWI Group mempercepat transformasi menuju Infrastruktur Digital

Pers Rilis

SWI Group mempercepat transformasi menuju Infrastruktur Digital

Rabu, 26 Agu 2026 - 08:36 WIB