Saham Defensif Dorong Penguatan Wall Street

- Pewarta

Jumat, 24 Juni 2022 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilistrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilistrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Saham-saham defensif dan teknologi mendorong indeks di tengah kekhawatiran tentang potensi resesi.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 194,23 poin atau 0,64% menjadi 30.677,36 poin. Indeks S&P 500 bertambah 35,84 poin atau 0,95% menjadi 3.795,73 poin. Nasdaq Composite melonjak 179,11 poin atau 1,62% menjadi ditutup di 11.232,19 poin.

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor utilitas dan perawatan kesehatan masing-masing terdongkrak 2,35% dan 2,22%. Sementara itu, sektor energi tergelincir 3,75% menjadikannya kelompok berkinerja terburuk.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks acuan S&P 500 bergerak liar antara positif dan negatif selama sesi, tetapi saham-saham mulai bergerak menuju penutupan pasar. Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS turun ke posisi terendah dua minggu, mendukung saham-saham teknologi dan pertumbuhan sensitif suku bunga lainnya.

Perdagangan tetap bergejolak setelah S&P 500 minggu lalu mencatat penurunan persentase mingguan terbesar sejak Maret 2020. Investor mempertimbangkan seberapa jauh saham bisa jatuh setelah indeks awal bulan ini turun lebih dari 20 persen dari tertinggi sepanjang masa Januari, membenarkan definisi umum dari pasar bearish.

Aktivitas bisnis AS melambat secara signifikan pada Juni karena inflasi yang tinggi dan penurunan kepercayaan konsumen mengurangi permintaan secara keseluruhan, sebuah survei pada Kamis (23/6/2022) menunjukkan.

Sektor energi merosot melanjutkan kemundurannya baru-baru ini setelah mengungguli pasar untuk sebagian besar tahun 2022. Penurunan Exxon Mobil dan Chevron adalah hambatan individu terbesar di S&P 500, dengan penurunan Exxon 3% dan Chevron jatuh 3,7%.

Sekitar 12,4 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 12,5 miliar selama 20 sesi terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB