Saham BBRI All Time High, Dirut BRI: Apresiasi Investor Atas Pertumbuhan Holding Ultra Mikro

- Pewarta

Minggu, 21 Mei 2023 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham BBRI All Time High, Dirut BRI: Apresiasi Investor Atas Pertumbuhan Holding Ultra Mikro

Direktur Utama BRI Sunarso. (Dok. Bank BRI)

MEDIAEMITEN.COM – Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI Kembali menyentuh rekor level tertinggi (all time high/ATH) pada perdagangan hari Jumat, 19 Mei 2023.

Nilai saham BBRI tembus menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, sejak melantai di pasar modal pada 2003.

Hal itu salah satunya terdorong aspirasi besar perseroan untuk mengejar profitabilitas pasca pandemi dengan target return on equity (ROE) 19% pada tahun 2025.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada hari perdagangan terakhir di pekan ketiga bulan Mei ini, BBRI sempat menyentuh ATH di level harga Rp5.450 per lembar saham yaitu pada pukul 15.25 WIB.

Adapun pada penutupan pasar saham Jumat, 19 Mei 2023 BBRI berada di level Rp5.400,- dengan kapitalisasi pasar mencapai sebesar Rp818,4 triliun.

Terkait hal tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan pencapaian itu adalah bukti apresiasi investor terhadap komitmen BRI untuk terus tumbuh.

Pasalnya, dia menjelaskan, karena BRI sukses membentuk Holding Ultra Mikro (UMi) pada akhir 2021 lalu melalui rights issue, maka modal perseroan pun bertambah sangat besar.

Melalui aksi korporasi tersebut BRI mendapat tambahan modal Rp41 triliun dari investor. “Dan CAR (capital adequacy ratio) kami 25,1%. Maka menekan return on equity (ROE), sehingga return on equity-nya menjadi lebih rendah karena modalnya menjadi lebih besar.”

“Salah satu hal tersebut yang kemudian membuat saham BBRI bergerak dibawah Rp5.000,- pada tahun lalu,” ujarnya.

Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi bank yang fokus di segmen UMKM. Menurut Sunarso, tantangan utamanya bagi perseroan adalah harus me-leverage modal atau kapital yang dimiliki.

“Kalau begitu apa tantangan utamanya? Saya sudah berbicara ke mana-mana, ke seluruh dunia (melalui forum-forum internasional) saya sampaikan bahwa tantangan BRI adalah harus me-leverage kapitalnya itu dengan 3 hal. Pertama adalah tumbuh, kedua adalah tumbuh, dan ketiga adalah tumbuh,” tegasnya.

Setelah dua tahun pasca rights issue dan Holding UMi berdiri, menurutnya perseroan kini membuktikan bisa tumbuh.

Saat ini CAR BRI tergolong tinggi mencapai 24,9%. Tapi di waktu yang sama, BRI dapat men-deliver return on equity 21,18% pada akhir kuartal I/2023.

“Saya kira tidak ada bank di dunia dalam waktu yang sama punya CAR yang 25% namun juga mampu menghasilkan return on equity 21%.”

“Dan kami juga memiliki komitmen untuk terus tumbuh secara sustainable, saya kira itu kuncinya,” pungkasnya.

Sebagai gambaran ROE BRI sebelum pandemic yaitu pada 2019 di kisaran 20%. Sempat menurun di bawah 15% pada tahun 2020.

Pada kuartal I/2022 ROE BRI adalah 17,22% dan naik 3,96% menjadi 21,18% pada tiga bulan pertama tahun ini.***

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru