Saham Asia Dibuka Koreksi, Cermati Data Inflasi

- Pewarta

Rabu, 10 Agustus 2022 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi: bursa saham asia/Dok

Foto Ilustrasi: bursa saham asia/Dok

MEDIA EMITEN – Saham Asia-Pasifik dibuka koreksi pada awal perdagangan Rabu 10 Agustus 2022. Investor menunggu data inflasi dari China dan AS.

Nikkei 225 di Jepang turun 0,63%, sedangkan indeks Topix tergelincir 0,46%.

Di Korea Selatan, Kospi turun 0,54% dan Kosdaq turun 0,75%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

S&P/ASX 200 Australia kehilangan 0,12%.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,22%.

China akan merilis data inflasi pada hari Rabu. Indeks harga produsen untuk Juli diperkirakan naik 4,8% dari tahun lalu, menurut jajak pendapat Reuters. Pada bulan Juni, PPI meningkat sebesar 6,1%.

Harga konsumen diperkirakan meningkat 2,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.

Kemudian Rabu, AS akan melaporkan data inflasi juga. Para ekonom memperkirakan bahwa inflasi konsumen akan mencapai 8,7%, dibandingkan dengan 9,1% pada bulan Juni, menurut Dow Jones.

Dalam berita perusahaan, Toyota Motor mengumumkan akan menangguhkan beberapa operasi produksi karena kasus positif Covid di lokasi kerja.

Cathay Pacific dan Honda Motor termasuk di antara perusahaan yang melaporkan pendapatan pada hari Rabu.

Semalam di Amerika Serikat, Nasdaq Composite turun lebih dari 1% menjadi 12.493,93. Dow Jones Industrial Average kehilangan 58,13 poin atau 0,18% menjadi 32.774,41, sedangkan S&P 500 turun 0,42% menjadi 4.122,47.

Mata Uang dan Minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 106,342, bertahan di bawah level 106,5.

Yen Jepang diperdagangkan pada 135,16 per dolar, tetap melemah sejak laporan penggajian AS yang kuat. Dolar Australia berada di $0,6953.

Minyak berjangka lebih rendah. Minyak mentah berjangka AS turun 0,15% pada $90,36 per barel, sementara minyak mentah Brent berada di sekitar datar pada $96,25 per barel.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru