MEDIA EMITEN – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia sentuh level Rp15.729 per dolar AS pada Senin 28 November 2022. Pada akhir pekan lalu, rupiah masih di posisi Rp15.668 per dolar AS.
Sementara itu, rupiah ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, melemah 49 poin atau 0,32% ke posisi Rp15.722 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.673 per dolar AS.
Pelemahan rupiah disebabkan naiknya dolar AS dipicu oleh aksi protes di Tiongkok, terkait kebijakan anti korona yang selama ini diterapkan pemerintah Tiongkok.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peningkatan kasus baru wabah korona yang berkelanjutan, menyebabkan lockdown di banyak kota-kota besar Tiongkok dan saat ini menyebabkan aksi protes di jalan karena terus terhambatnya upaya pemulihan ekonomi di negara tersebut.
Tiongkok melaporkan kasus harian COVID-19 yang tertinggi sepanjang masa, dengan hampir 40.000 penularan baru pada Sabtu akhir pekan lalu. China telah menggunakan kebijakan ketat untuk membatasi penyebaran virus tetapi hasilnya sejauh ini belum positif.
Sebaliknya, kebakaran mematikan di sebuah gedung diduga terkait dengan tindakan karantina ketat yang disebabkan virus dan mengakibatkan protes massal di Beijing dan Shanghai.
Sementara itu, notula rapat bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) menunjukkan bahwa beberapa anggota bank sentral merasa tepat untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga guna mengukur dampak ekonomi dari kenaikan suku bunga yang tajam tahun ini.
Tetapi suku bunga AS masih pada level yang terakhir terlihat selama krisis keuangan 2008 dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada level yang jauh lebih tinggi.
Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp15.693 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.693 per dolar AS hingga Rp15.736 per dolar AS.







