MEDIA EMITEN – Pejabat Federal Reserve (Fed) menekankan perlunya menaikkan suku bung dengan cepat dan mungkin lebih dari yang diantisipasi pasar. Pertemuan pada Mei menunjukkan bahwa sebagian besar peserta percaya kenaikan suku bunga setengah poin kemungkinan akan tepat pada Juni dan Juli.
Semua peserta pada pertemuan kebijakan 3-4 Mei mendukung kenaikan suku bunga Fed 50 basis poin bulan ini untuk memerangi inflasi yang mereka sepakati telah menjadi ancaman utama bagi kinerja ekonomi dan berisiko dipercepat tanpa tindakan bank sentral, risalah menunjukkan.
Dolar AS menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang sejenis, turun sedikit setelah risalah Fed dan terakhir naik 0,285 persen pada 102,04.
Imbal hasil obligasi pemerintah sedikit berubah setelah risalah Fed. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang mencapai tertinggi 3,5 tahun pada awal Mei, sempat mencapai posisi terendah enam minggu pada Rabu (25/5/2022) setelah data menunjukkan pesanan baru untuk barang modal buatan AS naik kurang dari yang diharapkan pada April.
Komentar Lagarde menyiratkan peningkatan setidaknya 50 basis poin dalam suku bunga simpanan dan memicu spekulasi kenaikan yang lebih besar musim panas ini.
Sementara itu, ketua bank sentral Belanda Klaas Knot mengatakan ECB mungkin tidak membahas pengurangan neraca tahun ini, karena berfokus pada kenaikan suku bunga.
Euro juga mundur 0,34 persen terhadap franc Swiss, yang telah menguat dalam beberapa hari terakhir setelah pejabat bank sentral Swiss mengatakan mereka tidak akan ragu untuk memperketat kebijakan jika inflasi tetap di atas kisaran target.
Di tempat lain, bank sentral Selandia Baru (RBNZ) menjadi bank sentral terbaru yang menaikkan suku bunga setengah poin. Sementara langkah itu sesuai perkiraan, bank juga memberikan panduan hawkish pada jalur kebijakannya, mencatat kenaikan yang lebih besar dan lebih awal mengurangi risiko inflasi menjadi persisten.







