Respons Data Pekerjaan, Wall Street Ditutup Bervariasi

- Pewarta

Sabtu, 9 Juli 2022 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Respons Data Pekerjaan, Wall Street Ditutup Bervariasi

Foto ilustrasi: Bursa saham New York Stock Exchange di Wall Street, AS/Dok.

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah sesi bergejolak. Investor merespons data pekerjaan yang kuat dan akan mempengaruhi Federal Reserve AS dan rencananya untuk secara agresif menaikkan suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 46,4 poin atau 0,15% menjadi 31.338,15 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 3,24 poin atau 0,08% menjadi 3.899,38 poin. Nasdaq Composite bertambah 13,96 poin atau 0,12% menjadi ditutup di 11.635,31 poin.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor material dan real estat masing-masing melemah 1% dan 0,55%, memimpin penurunan. Namun, kelompok perawatan kesehatan dan teknologi naik tipis.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk minggu ini, indeks Dow naik 0,8%, S&P 500 koreksi 1,9% dan Nasdaq anjlok 4,6%.

Data Departemen Tenaga Kerja yang ditunggu-tunggu pada Jumat (8/7/2022) menunjukkan penggajian non-pertanian (NFP) AS naik 372.000 pekerjaan pada Juni, lebih tinggi dari perkiraan kenaikan 268.000 pekerjaan, menurut jajak pendapat ekonom Reuters.

Laporan tersebut juga menunjukkan tingkat pengangguran tetap di dekat posisi terendah pra-pandemi di 3,6% dan pendapatan per jam rata-rata naik 0,3%, setelah naik 0,4% pada Mei.

Investor tetap khawatir dalam merespons setiap data baru dan komentar dari gubernur Fed untuk melihat bagaimana hal ini dapat mempengaruhi rencana bank sentral AS untuk secara dramatis mengubah suku bunga lebih tinggi.

Ini menghasilkan perdagangan naik-turun semalam, dengan ketiga indeks acuan mengalami periode di wilayah positif dan negatif.

Dengan musim laporan keuangan perusahaan kian dekat, investor akan fokus pada perkiraan perusahaan serta data inflasi utama yang diharapkan minggu depan untuk mengukur kesehatan ekonomi.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 9,60 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,03 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.


Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru