MEDIA EMITEN – Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa melarikan diri ke Maldives pada Rabu 13 Juli 2022, beberapa jam sebelum memenuhi janjinya untuk mundur.
Menurut seorang sumber pemerintah dan seorang teman dekatnya, Rajapaksa berada di Male, ibu kota Maldives. Diperkirakan ia akan meneruskan pelariannya ke negara Asia lain dari sana, kata sumber tersebut.
Sementara itu, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe menyatakan Sri Lanka dalam keadaan darurat dan jam malam segera diberlakukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ratusan orang yang menuntut pengunduran diri Wickremesinghe mengepung kantornya di Kolombo.
Polisi menyemprotkan gas air mata dan sebuah helikopter terbang di atas para demonstran, tetapi mereka tampak tak mengindahkannya.
“Perdana menteri sebagai penjabat presiden telah menetapkan status darurat (di seluruh negeri) dan memberlakukan jam malam di Provinsi Barat,” kata sekretaris pers Wickremesinghe, Dinouk Colombage.
Provinsi Barat mencakup ibu kota Kolombo.
Ketua parlemen mengatakan Rajapaksa telah menyetujui penunjukan Wickremesinghe sebagai presiden, berdasarkan pasal konstitusi yang mengatur kapan presiden dianggap tak mampu menjalankan tugasnya.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Pelarian sang presiden menandai akhir dari kekuasaan klan Rajapaksa yang telah mendominasi politik di negara Asia Selatan itu selama dua dasawarsa terakhir.
Protes-protes terhadap krisis ekonomi telah muncul berbulan-bulan dan mencapai puncaknya pekan lalu ketika ratusan ribu orang menduduki gedung-gedung penting pemerintah di Kolombo.
Mereka menyalahkan klan Rajapaksa dan sekutu mereka atas lonjakan inflasi, korupsi, serta kelangkaan bahan bakar dan obat-obatan.
Sumber-sumber pemerintah dan para pembantu Rajapaksa mengatakan bahwa saudara-saudara kandung sang presiden, mantan perdana menteri Mahinda Rajapaksa dan mantan menteri keuangan Basil Rajapaksa, masih berada di Sri Lanka.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Gotabaya Rajapaksa beserta istri dan dua orang pengawal meninggalkan bandara internasional utama dekat Kolombo dengan sebuah pesawat AU Sri Lanka Rabu pagi, menurut pernyataan angkatan udara.








