Pengembang Tiongkok, Evergrande Rugi 581,9 Miliar Yuan

- Pewarta

Selasa, 18 Juli 2023 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengembang Tiongkok, Evergrande Rugi 581,9 Miliar Yuan

FOTO ilustrasi: Properti milik Evergrande di Guangzhou, China/IST

MEDIA EMITEN – Pengembang properti Tiongkok Evergrande mengumumkan telah merugi sebesar 581,9 miliar yuan, atau sekitar Rp 1.216,4 triliun, pada tahun 2021 dan 2022.

Dalam pemaparan terhadap Bursa Efek Hong Kong, Selasa 18 Juli 2023, Evergrande mengalami kerugian sebesar 476 miliar yuan pada 2021. Tahun berikutnya, kerugian sedikit berkurang menjadi 105,9 miliar yuan.

Kerugian yang diderita disebabkan penurunan harga properti-properti milik Evergrande dan aset lainnya, serta tingginya biaya pinjaman. Dalam periode dua tahun terakhir, pendapatan Evergrande turun setengahnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada 2021, pendapatan Evergrande hanya mencapai 250 miliar yuan, sedangkan tahun lalu 230 miliar yuan. Sebelumnya pada 2020 Evergrande mencatatkan keuntungan 8 miliar yuan. Utang Evergrande mencapai 2,58 triliun yuan pada akhir 2021. Pada Desember 2022, utang Evergrande tersisa 2,44 triliun yuan.

Evergrande akan mengadakan pertemuan dengan para pemegang obligasi offshore pada 24 dan 25 Juli mendatang.

Evergrande mulai bermasalah setelah aturan baru diberlakukan pemerintah Tiongkok untuk mengendalikan jumlah pinjaman yang bisa didapatkan perusahaan properti besar pada 2020.

Perusahaan  yang mengandalkan utang untuk mengembangkan bisnis, dengan utang mencapai sekitar US$300 miliar saat itu, kekurangan dana untuk membayar kreditor dan pemasok.

Pada 2021, Evergrande gagal membayar bunga US$1,2 miliar dari pinjaman internasional sehingga terpuruk dalam krisis.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB