Pemerintah China Tetapkan Pertumbuhan Ekonomi Enam Persen

- Pewarta

Selasa, 26 Mei 2020 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden China, Xi Jinping. (Foto : Instagram @realxijinping)

Presiden China, Xi Jinping. (Foto : Instagram @realxijinping)

Mediaemiten.com, Jakarta – Presiden China, Xi Jinping mengungkapkan bahwa target pertumbuhan ekonomi tahunan China dapat ditetapkan berada pada angka 6 persen jika tidak adanya kembali penyebaran dan penularan virus Corona (COVID-19) di negaranya tersebut.

“Jika epidemi tidak terjadi, dalam keadaan umum, target pertumbuhan PDB akan ditetapkan sekitar 6%,” kata presiden China Xi Jinping dalam diskusi kelompok parlemen, seperti dalam lansiran Reuters, (24/5/2020).

Dalam lansiran Reuters, Pemerintah China dalam penyampaian laporan kerja tahunan yang diserahkan ke parlemen pada Jumat silam, telah menghilangka sementara target pertumbuhan domestik bruto (PDB) pada tahun 2020. Hal itu disebabkan dengan melihat akan adanya ketidakpastian pandemi Coronavirus.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keputusan untuk menghilangkan sementara target PDB itu kata Ia, agar pemerintahannya tidak hanya terfokus untuk mengejar target PDB. Namun adanya target peningkatan ekonomi China ungkap Xi Jinping, yakni pada penguatan stimulus yang tidak sesuai antara tujuan pembangunan ekonomi dan sosial di negaranya tersebut.

“Jika kita secara kaku menetapkan satu (target PDB), maka fokusnya adalah pada stimulus yang kuat dan untuk mencapai tingkat pertumbuhan, yang tidak sejalan dengan tujuan pembangunan ekonomi dan sosial kita,” ungkapnya lagi.

Dalam lansiran pemberitaan tersebut, China juga dikabarkan enggan membanjiri ekonominya dengan kredit mudah dalam beberapa tahun terakhir, yang dikarenakan adanya perlambatan perekonomian yang terus terjadi, bahkan sebelum wabah Coronavirus, waspada terhadap risiko utang yang disebabkan oleh stimulus besar-besaran.

Tidak hanya itu, dalam laporannya, pemerintah mengumumkan serangkaian tindakan fiskal untuk meningkatkan ekonomi tersebut, setara dengan sekitar 4,1% dari PDB Tiongkok. (rri) #mediamelawancovid19

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru