Pembicaraan Perdagangan AS-China Kembali Dukung Harga Minyak Naik

- Pewarta

Rabu, 27 November 2019 - 02:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Harga minyak naik pada akhir perdagangan Rabu pagi (27/11/2019), setelah diberitakan bahwa pejabat Amerika Serikat dan China membahas perdagangan, sementara prediksi untuk penarikan mingguan pada stok minyak mentah AS juga memberikan beberapa dukungan.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent naik 62 sen menjadi menetap pada 64,27 dolar AS per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 40 sen menjadi berakhir pada 58,41 dolar AS per barel.

Amerika Serikat dan China hampir mencapai kesepakatan mengenai fase pertama dari kesepakatan perdagangan, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa (26/11/2019), setelah perunding utama dari kedua negara berbicara melalui telepon dan setuju untuk terus bekerja pada masalah-masalah yang tersisa.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam beberapa bulan terakhir, pasar telah berayun bolak-balik, reli karena ada berita utama yang menunjukkan kemajuan tersulit, bahkan ketika kesepakatan belum dipecahkan.

Diskusi berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan, dengan China mengatakan telah memanggil duta besar AS pada Senin (25/11/2019) untuk memprotes Kongres AS yang meloloskan Undang-undang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Hong Kong.

“Dukungan utama untuk harga adalah gagasan bahwa jika kita mendapatkan pelonggaran dalam perang perdagangan, ketakutan akan kondisi yang melambat dan dampak pada pertumbuhan permintaan minyak dan bahan bakar akan dikeluarkan dari pasar,” kata Gene McGillian, wakil presiden riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

Di sisi penawaran, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) bertemu di Wina pada 5 Desember, diikuti dengan pembicaraan dengan kelompok OPEC + yang lebih luas yang menampilkan produsen lain yang telah sepakat untuk memangkas produksi, termasuk Rusia.

Kepala Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan kepada Reuters bahwa negara-negara OPEC harus membuat keputusan yang tepat untuk ekonomi global yang “sangat rapuh”.

Memprediksi pertumbuhan produksi minyak yang kuat dari negara-negara non-OPEC, terutama Amerika Serikat, Brazil, Norwegia dan Guyana, Fatih Birol mengatakan: “Akan ada banyak minyak di pasar. Saya berharap mereka akan membuat keputusan yang tepat untuk diri mereka sendiri dan untuk ekonomi global.”

Persediaan minyak mentah AS naik 3,6 juta barel pekan lalu menjadi 449,6 juta, data dari kelompok industri American Petroleum Institute menunjukkan Selasa malam (26/11/2019). Perkiraan analis adalah penurunan 418.000 juta barel. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB