PDB China Tumbuh 3,9%

- Pewarta

Senin, 24 Oktober 2022 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PDB China Tumbuh 3,9%

Foto ilustrasi: Pemerintah China menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5% pada 2023/IST.

MEDIA EMITEN – Produk Domestik Bruto (PDB) China pada kuartal III-2022 tumbuh 3,9% dari tahun ke tahun (YoY). Angka yang dirilis oleh pemerintah setempat pada Senin 24 Oktober 2022 itu mengalahkan ekspektasi dari ekonom sebesar 3,4%.

Pemerintah China menunda rilis angka pertumbuhan kuartal III-2022, bersama dengan sejumlah indikator ekonomi lainnya. Ini karena para pemimpin negara itu berkumpul di Beijing untuk Kongres Partai Komunis lima tahunan.

Pemerintah Tiongkok diperkirakan akan mengumumkan beberapa angka pertumbuhan kuartalan. Ekonomi China diperkirakan masih melambat oleh kebijakan pembatasan Covid-19 dan krisis di sektor real estat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia itu anjlok menjadi 0,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kinerja terburuk sejak 2020. Negara itu membukukan pertumbuhan 4,8% pada kuartal I-2022.

Tetapi data Senin, yang diterbitkan enam hari lebih lambat dari jadwal, menunjukkan sedikit rebound. Namun data juga menunjukkan peningkatan pengangguran yang nyata dari bulan lalu, yang menurut para pejabat sebagai akibat pandemi.

Banyak ekonom terus berpikir Tiongkok akan berjuang mencapai target pertumbuhan 2022 sekitar 5,5%. Dana Moneter Internasional (IMF) juga telah menurunkan perkiraan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) negara tersebut menjadi 3,2% untuk 2022 dan 4,4% untuk tahun depan.

Panel ahli AFP memperkirakan pertumbuhan rata-rata 3% pada 2022, jauh di bawah 8,1% yang terlihat pada 2021. Itu akan menyamai tingkat pertumbuhan terlemah Tiongkok dalam empat dekade, tidak termasuk 2020, ketika ekonomi global dihantam oleh munculnya virus corona.

“Tantangan kebijakan besar adalah menerima bahwa ekonomi telah mencapai keadaan matang, yang berarti angka pertumbuhan kemungkinan secara permanen diatur ulang ke kisaran nol hingga 4,5% untuk dekade mendatang,” kata Clifford Bennett, kepala ekonom di ACY Securities, Senin.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru