MEDIA EMITEN – Induk Facebook, Meta Platforms, pada Rabu 9 November 2022, mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 13% atau 11.000 karyawannya. PHK massal terbesar tahun ini dilakukan untuk menghemat biaya di tengah pasar periklanan yang lemah.
Inflasi tinggi dan meningkatnya suku bunga menyebabkan Meta melakukan PHK besar-besaran, yang pertama dalam sejarah 18 tahun, mengikuti ribuan PHK di perusahaan teknologi besar lainnya termasuk Twitter milik Elon Musk dan Microsoft Corp.
“Tidak hanya perdagangan online kembali ke tren sebelumnya, tetapi penurunan ekonomi makro, meningkatnya persaingan, dan hilangnya sinyal iklan telah menyebabkan pendapatan kami jauh lebih rendah dari yang saya harapkan,” kata Chief Executive Officer Mark Zuckerberg, seperti dikutip dari CNBC International.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mark Zuckerberg menyatakan kesedihannya dengan keputusan tersebut. “Aku salah paham, dan aku bertanggung jawab untuk itu,” katanya. Ia menjelaskan bawah dirinya terlalu optimistis yang berlebihan tentang pertumbuhan perusahaan sehingga menyebabkan kelebihan staf.
Meta Facebook menghadapi kuartal liburan yang suram, saham menukik. Saham perusahaan, yang telah kehilangan lebih dari dua pertiga nilainya.
Zuckerberg menekankan perlunya menjadi lebih efisien modal dan mengatakan perusahaan akan mengalihkan sumber daya ke “area pertumbuhan prioritas tinggi” seperti mesin penemuan AI, iklan dan platform bisnis, serta proyek metaverse-nya.
Meta mengatakan akan membayar 16 minggu gaji pokok ditambah dua minggu tambahan sebagai bagian dari paket pesangon dan semua sisa waktu cuti berbayar.
Karyawan akan mendapatkan biaya perawatan kesehatan selama enam bulan.
Meta mengatakan, pihaknya juga berencana untuk memotong pengeluaran diskresioner dan memperpanjang pembekuan perekrutan hingga kuartal pertama.







