Meta Facebook PHK 11.000 Karyawan

- Pewarta

Rabu, 9 November 2022 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meta Facebook PHK 11.000 Karyawan

Foto ilustrasi: Chief Executive Officer Meta Facebook, Mark Zuckerberg/Dok.

MEDIA EMITEN – Induk Facebook, Meta Platforms, pada Rabu 9 November 2022, mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 13% atau 11.000 karyawannya. PHK massal terbesar tahun ini dilakukan untuk menghemat biaya di tengah pasar periklanan yang lemah.

Inflasi tinggi dan meningkatnya suku bunga menyebabkan Meta melakukan PHK besar-besaran, yang pertama dalam sejarah 18 tahun, mengikuti ribuan PHK di perusahaan teknologi besar lainnya termasuk Twitter milik Elon Musk dan Microsoft Corp.

“Tidak hanya perdagangan online kembali ke tren sebelumnya, tetapi penurunan ekonomi makro, meningkatnya persaingan, dan hilangnya sinyal iklan telah menyebabkan pendapatan kami jauh lebih rendah dari yang saya harapkan,” kata Chief Executive Officer Mark Zuckerberg, seperti dikutip dari CNBC International.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mark Zuckerberg menyatakan kesedihannya dengan keputusan tersebut. “Aku salah paham, dan aku bertanggung jawab untuk itu,” katanya. Ia menjelaskan bawah dirinya terlalu optimistis yang berlebihan tentang pertumbuhan perusahaan sehingga menyebabkan kelebihan staf.

Meta Facebook menghadapi kuartal liburan yang suram, saham menukik. Saham perusahaan, yang telah kehilangan lebih dari dua pertiga nilainya.

Zuckerberg menekankan perlunya menjadi lebih efisien modal dan mengatakan perusahaan akan mengalihkan sumber daya ke “area pertumbuhan prioritas tinggi” seperti mesin penemuan AI, iklan dan platform bisnis, serta proyek metaverse-nya.

Meta mengatakan akan membayar 16 minggu gaji pokok ditambah dua minggu tambahan sebagai bagian dari paket pesangon dan semua sisa waktu cuti berbayar.

Karyawan akan mendapatkan biaya perawatan kesehatan selama enam bulan.

Meta mengatakan, pihaknya juga berencana untuk memotong pengeluaran diskresioner dan memperpanjang pembekuan perekrutan hingga kuartal pertama.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru