MEDIA EMITEN – Mayoritas saham di kawasan Asia-Pasifik turun pada pembukaan perdagangan Senin 10 Oktober 2022. Pasar khawatir moneter makin ketat seiring sinyal kenaikan suku bunga terus berlanjut untuk memerangi inflasi.
Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin kerugian karena saham chip China yang terdaftar di kota itu jatuh mengikuti aturan ekspor baru dari AS.
Produsen chip terbesar di China, Semiconductor Manufacturing International Corporation turun sebanyak 5,23%, sedangkan Hua Hong Semiconductor turun lebih dari 10% dan Shanghai Fudan Microelectronics Company jatuh serendah 24,6% selama perdagangan pagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Indeks Hang Seng yang lebih luas turun 2,49%, dengan indeks Hang Seng Tech turun 3,46%.
Di daratan Cina, Shanghai Composite kehilangan 0,39% saat kembali ke perdagangan setelah liburan Golden Week dan Komponen Shenzhen turun sekitar 1%. Indeks CSI 300, yang melacak saham-saham terbesar yang tercatat di daratan, tergelincir 0,9%.
S&P/ASX 200 adalah 1,34% lebih rendah.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 1,46% lebih rendah. Pasar di Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Malaysia tutup untuk hari libur Senin.
Baca Juga:
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
NagaWorld Raih Sertifikasi Great Place To Work® 2026 dengan Skor Trust Index™ 97%
Akhir pekan ini, Bank of Korea akan mengumumkan keputusan suku bunga acuan, Singapura akan mengumumkan perkiraan PDB untuk kuartal ketiga dan China merilis data inflasi.
Pada hari Jumat di AS, indeks saham utamadi Wall Street turun lebih dari 2% setelah data menunjukkan tingkat pengangguran menurun pada bulan September, memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan terus menaikkan suku bunga secara agresif.






