Mayoritas Saham Asia Turun, Khawatir Moneter Makin Ketat

- Pewarta

Senin, 10 Oktober 2022 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mayoritas Saham Asia Turun, Khawatir Moneter Makin Ketat

Foto ilustrasi: Mayoritas indeks saham di bursa Asia turun/Dok.

MEDIA EMITEN – Mayoritas saham di kawasan Asia-Pasifik turun pada pembukaan perdagangan Senin 10 Oktober 2022. Pasar khawatir moneter makin ketat seiring sinyal kenaikan suku bunga terus berlanjut untuk memerangi inflasi.

Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin kerugian karena saham chip China yang terdaftar di kota itu jatuh mengikuti aturan ekspor baru dari AS.

Produsen chip terbesar di China, Semiconductor Manufacturing International Corporation turun sebanyak 5,23%, sedangkan Hua Hong Semiconductor turun lebih dari 10% dan Shanghai Fudan Microelectronics Company jatuh serendah 24,6% selama perdagangan pagi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks Hang Seng yang lebih luas turun 2,49%, dengan indeks Hang Seng Tech turun 3,46%.

Di daratan Cina, Shanghai Composite kehilangan 0,39% saat kembali ke perdagangan setelah liburan Golden Week dan Komponen Shenzhen turun sekitar 1%. Indeks CSI 300, yang melacak saham-saham terbesar yang tercatat di daratan, tergelincir 0,9%.

S&P/ASX 200 adalah 1,34% lebih rendah.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 1,46% lebih rendah. Pasar di Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Malaysia tutup untuk hari libur Senin.

Akhir pekan ini, Bank of Korea akan mengumumkan keputusan suku bunga acuan, Singapura akan mengumumkan perkiraan PDB untuk kuartal ketiga dan China merilis data inflasi.

Pada hari Jumat di AS, indeks saham utamadi Wall Street turun lebih dari 2% setelah data menunjukkan tingkat pengangguran menurun pada bulan September, memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan terus menaikkan suku bunga secara agresif.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru