Mayoritas Saham Asia Dibuka Melemah, Susul Wall Street

- Pewarta

Rabu, 29 Juni 2022 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Mayoritas bursa saham Asia dibuka koreksi/Dok

Foto ilustrasi: Mayoritas bursa saham Asia dibuka koreksi/Dok

MEDIA EMITEN – Mayoritas saham di Asia Pasifik dibuka melemah pada pembukaan perdagangan Rabu 29 Juni 2022, menyusul jatuhnya saham-saham di bursa Wall Street. Investor menunggu laporan penjualan ritel Australia dan rilis data kepercayaan konsumen Jepang.

Nikkei 225 di Jepang turun 0,95%, dan Topix tergelincir 0,87%. Penjualan ritel di Jepang naik 3,6% pada Mei 2022 dibandingkan tahun lalu, pertumbuhan bulan ketiga berturut-turut, menurut data pemerintah.

S&P/ ASX 200 Australia turun 0,23%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Korea Selatan, Kospi turun 1,53%, sedangkan Kosdaq turun 1,52%.

Indeks sentimen konsumen Korea Selatan turun di level 96,4 untuk Juni 2022, turun 6,2 poin dari angka Mei 2022, menurut survei bank sentral Korea (BoK).

Semalam, tiga indeks utama saham di Wall Street jatuh menyusul data ekonomi yang mengecewakan. Indeks kepercayaan konsumen turun ke 98,7 pada Juni 2022 dari level 103,2 pada Mei 2022, menurut data The Conference Board.

Dow Jones Industrial Average turun 491,27 poin atau 1,56%, menjadi 30.946,99. S&P 500 tergelincir 2,01% menjadi 3.821,55, sementara Nasdaq Composite melemah dan turun 3% menjadi 11.181,54.

Hari ini, otoritas Jepang akan merilis data kepercayaan konsumen dan Australia akan melaporkan data penjualan ritel untuk Mei 2022. Penjualan ritel naik 0,9% pada April 2022.

Di tempat lain di kawasan itu, pemerintah Tiongkok memangkas periode karantina untuk wisatawan internasional sebagai langkah menjauh dari kontrol ketat Covid-19 yang telah dilakukan selama lebih dari dua tahun.

Orang-orang yang datang dari luar negeri sekarang perlu dikarantina selama tujuh hari setelah kedatangan dan tiga hari di rumah, dibandingkan dengan 21 hari di fasilitas terpusat sebelumnya.

Bloomberg juga melaporkan bahwa pemerintahan baru Hong Kong sedang mempertimbangkan untuk mengurangi karantina hotel wajib menjadi lima hari atau turun dari sebelumnya tujuh hari wajib karantina.

Mata Uang

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 104,466, memantul kembali dari bawah 104 awal pekan ini.

Yen Jepang melemah melewati level 136 terhadap dolar lagi, setelah menguat dan bertahan stabil dalam beberapa sesi terakhir. Terakhir berpindah tangan pada 136,03. Dolar Australia berada di level US$ 0,6903.

Minyak berjangka naik sedikit di perdagangan pagi Asia. Minyak mentah berjangka AS naik 0,3% menjadi US$ 112,09 per barel, sementara minyak mentah Brent naik 0,25% menjadi US$ 118,28 per barel.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Setelah Ekspansi ke Pasar Baru, Apa Langkah Berikutnya?

Minggu, 2 Agu 2026 - 23:35 WIB